REUTERS/Kacper Pempel
Topik
Dolar Loyo Setelah Suku Bunga Rendah Diperpanjang
TEMPO.CO, New York — Dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama dunia pada perdagangan semalam sehingga mendorong euro ke level tertingginya sejak akhir Desember 2011. Setelah The Fed (bank sentral AS) mengatakan mempertahankan suku bunga rendahnya mendekati 0 persen lebih dari satu tahun dan mendorong pelemahan Greenback (sebutan dolar).
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang rival utamanya turun 0,289 poin (0,36 persen) ke level 79,579. Dan pagi ini indeks dolar AS kembali turun 0,058 poin (0,07 persen) ke posisi 79,521.
Lebih lamanya The Fed mempertahankan suku rendahnya hingga 2014 di mata analis dikarenakan bank sentral akan menemukan alasan untuk memperluas pembelian program pembelian obligasi yang disebut dengan pelonggaran kuantitatif.“Tarif super rendah sampai pemulihan ekonomi jauh lebih kuat dan kemungkinan pelonggaran kuantitatif cukup besar,” ujar Kit Juckes, kepala strategi pasar uang di Societe Generale.
Mata uang tunggal Uni Eropa, euro, berhasil menguat menjadi US$ 1,3091 setelah keluarnya pernyataan The Fed mempertahankan suku bunga rendahnya dari posisi sebelumnya di US$ 1,2984. Sebelumnya euro sempat melemah di tengah pembicaraan pemerintah Yunani dengan para kreditornya.
Di pasar Asia pagi ini, euro turun tipis 0,004 poin (0,03 persen) ke level US$ 1,3102, poundsterling Inggris naik 0,0001 poin menjadi US$ 1,5659. Sedangkan yen Jepang berhasil menguat 0,0165 poin (0,02 persen) menjadi 76,764 per dolar AS setelah Jepang mencatat defisit perdagangan untuk pertama kalinya dalam 31 tahun terakhir.
MARKETWATCH/ VIVA B. K





