foto

Iwan Fals personel Kantata Barock, tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta,(30/12). TEMPO/JACKY RACHMANSYAH

Gerakan ''Hijau'' ala Iwan Fals  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Musisi kawakan Iwan Fals menggelar konser bertajuk "Goes Green" di Boshe VVIP Club Yogyakarta, Rabu malam, 25 Januari 2012. Konser ini bagian dari kegiatan yang dilakoni Iwan untuk melakukan penghijauan di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta.

Dalam konser tersebut Iwan membawakan tak kurang dari 14 lagu. Musisi berusia 50 tahun itu menyuarakan pentingnya penghijauan. Ia berharap kehidupan warga yang sempat menjadi korban letusan Gunung Merapi 2010 segera pulih.

"Kemarin saya dan teman-teman kembali melakukan penanaman pohon di lereng Merapi. Saya harap penghijauan yang sudah dilakukan selama ini segera membawa kawasan itu pulih jadi daerah resapan air, biar tidak ada banjir yang mengancam warga yang di ada bawah," kata Iwan yang sehari sebelum konser menanam 5.000 pohon sengon dan jeruk di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Iwan sudah ketiga kalinya mengunjungi lereng Merapi usai letusan.

Pada konser berkonsep akustik itu musisi yang baru saja menggelar konser besar bersama Kantata Barock tersebut membawa empat rekannya: Totok Tewel, Edi, Fery, dan Raden.

Lagu bertema alam dan lingkungan seperti Hutanku dan Pohon Kehidupan turut dibawakan Iwan. Ketika Pohon Kehidupan dilantunkan, Iwan turut berjoget, meniru gerakan tarian seorang Mentawai yang disambut gemuruh dua ratusan penonton yang memadati wilayah bawah panggung.

“Tarian ini karena saya ingat sosok Sikirey, orang Mentawai. Dia sosok sederhana, tiap hari cuma pakai cawat dari daun. Orang itu irit dan sangat ramah lingkungan,” kata Iwan yang berjoget dengan membentuk tanduk lewat dua telunjuk tangannya yang diposisikan di samping kepala. “Tapi terakhir saya ketemu, dia sudah agak modern,” kata Iwan.

Iwan membuka konser malam itu dengan lagu lawas legendaris 22 Januari. Iwan mengungkapkan, lagu pembukanya itu menjadi "lagu wajib" bagi dia karena memiliki arti khusus. "22 Januari menjadi hari spesial saya. Di tanggal itu saya bertemu dengan ibu anak-anak. Di tanggal itu juga, anak bungsu saya lahir. Saya selalu ingin nyanyikan lagu ini," kata ayah dari Galang Rambu Anarki (almarhum), Cikal Rambu Basae, dan Raya Rambu Rabbani tersebut.

Selain itu, sejumlah lagu hit juga dibawakan seperti Bento, Bunga Trotoar, Bongkar, Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu. Tak ketinggalan tembang pilihan seperti Entah, Aku Bukan Pilihan, Yang Terlupakan, Izinkan Aku Menyayangimu, dan Mabuk Cinta sukses membuat para fan larut dalam suasana balada nan hangat.

Di sela konser, musisi yang tampil santai mengenakan kaus warna cokelat dan celana jins itu juga mengungkapkan keprihatinannya pada kondisi yang tengah terjadi di Tanah Air. "Agak susah mengungkapkan rasa saya belakangan ini. Saya senang sekali bisa kembali ke kota ini, kotanya seniman. Tapi sedih juga karena sekarang kian banyak unjuk rasa. Semoga semua berakhir baik,” tutur musisi yang memiliki puluhan ribu penggemar yang tergabung dalam wadah Orang Indonesia (OI) itu.

Di akhir konser, tak lupa Iwan berterima kasih kepada penonton yang berkenan datang. “Terima kasih sudah berekspresi bersama di sini, meski harga tiket tidak murah,” kata Iwan. Harga tiket masuk ke konser itu dibanderol Rp 150 ribu per orang.

PRIBADI WICAKSONO