TEMPO/Muhammad Idham Ama
Topik
Infografis
Pasien Flu Babi Tewas, Peternakan Diawasi Ketat
TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang mengawasi secara intensif hewan ternak babi yang dipelihara sebagian besar warga di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Pengawasan intensif ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus flu babi H1N1 yang menewaskan Ro, 18 tahun, warga Kampung Ciodeng, Mekar Jaya, Panongan, Kabupaten Tangerang.
”Pengawasan kami lakukan lebih intensif, khususnya terhadap peternak babi tradisional,”ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang, Parikin, kepada Tempo, Kamis, 26 Januari 2012.
Parikin mengatakan langkah konkret yang telah dilakukan instansinya dalam menanggulangi penyakit flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1) dengan mengundang Balai Veteriner Subang dan Balai Veteriner Bogor untuk memeriksa dan menguji sampel terhadap unggas dan babi yang ada di wilayah Panongan.
”Untuk mengetahui hasil uji paten tersebut tentunya harus dilakukan uji laboratorium,” kata Parikin. ”Kami mengetahui adanya positif H1N1 berdasarkan hasil uji laboratorium.”
Parikin mengaku banyak warga di Panongan yang memelihara babi dan unggas secara tradisional. Binatang ternak itu dipelihara dengan ala kadarnya tanpa penanganan yang memadai sehingga tidak menjamin kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.
”Kami sosialisasikan terus cara beternak yang baik dan sehat, serta bahaya flu burung dan flu babi kepada warga,” katanya.
Sebagian besar warga kampung Ciodeng, Desa Mekar Jaya, memang memelihara binatang babi. Bahkan, satu rukun tetangga yang berisi 40 kepala keluarga yang ada di kampung itu memelihara binatang tersebut.
Lurah Mekar Jaya, Ahmad Peko, mengatakan di RT 12/04 tersebut memang tinggal keturunan Tionghoa yang non-Muslim. Menurutnya, khusus di RT tersebut, semua warga memelihara babi dalam skala kecil. Setiap keluarga di sana rata-rata memiliki dua-enam ekor babi.
JONIANSYAH





