Fauzi Bowo. TEMPO/Subekti
Topik
Infografis
Demokrat Pertimbangkan Foke-Nachrowi
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat membenarkan bahwa nama Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli sedang dibahas dalam Majelis Tinggi Partai Demokrat. ”Masih nama–nama itu. Kalau ada nama lain saya enggak tahu,” kata Ferrial Sofyan ketika dihubungi Tempo, Kamis, 26 Januari 2012.
Gubernur DKI Jakarta incumbent, Fauzi Bowo, sejak 2010 menjadi anggota Dewan Pembina Demokrat, sedangkan Nachrowi Ramli adalah tentara asal etnis Betawi yang menjadi Ketua DPD Demokrat Jakarta.
Menurut Ferrial, Majelis Tinggi Partai Demokrat yang akan menentukan siapa yang akan diusung menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta. “Belum ada keputusan hingga saat ini,” katanya.
Majelis Tinggi sendiri terdiri dari sembilan orang pimpinan Partai Demokrat, antara lain Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina, Marzuki Alie (Wakil Ketua Dewan Pembina), Anas Urbaningrum (Ketua Umum), Jhonny Allen Marbun (Wakil Ketua Umum), Max Sopacua (Wakil Ketua Umum), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Sekretaris Jenderal).
Pertemuan para anggota Dewan Pembina di Cikeas pada 24 Januari 2012, kata Ferrial, tidak secara spesifik membicarakan Gubernur Jakarta. “Kita ngomong umum saja, enggak khusus soal itu,” katanya.
Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta Aliman A''at membenarkan perihal belum adanya bakal calon yang dipastikan oleh partai. “Masih belum ada keputusan,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Demokrat Jakarta, Irfan Gani, mengatakan suara DPD sudah bulat mencalonkan Nachrowi. “Beliau didukung bukan hanya Musda, tapi juga musyawarah pimpinan cabang dan ranting,” kata Irfan.
Menurut Irfan, nama Fauzi tidak dimasukkan dalam nama yang diajukan DPD Demokrat Jakarta ke Majelis Tinggi. “Kami enggak tahu Foke mendaftar lewat mana, tapi DPD hanya mendaftarkan satu nama, dan bukan nama dia,” kata Irfan.
Menurut Irfan, meskipun Fauzi merupakan anggota Demokrat yang popularitasnya tergolong tinggi, Fauzi tidak pernah mengutarakan keinginannya untuk melaju ke Pilkada 2012 kepada DPD Demokrat. “Tidak pernah datang, tidak pernah bilang (mau mencalonkan lagi),” katanya.
Seperti pilkada sebelumnya, Irfan mengatakan Partai Demokrat terbuka untuk koalisi, meski 32 kursi Demokrat di DPRD telah memenuhi persyaratan untuk mengajukan calon. “Menata Jakarta itu butuh kebersamaan. Karena itu kita terbuka untuk koalisi dengan partai di parlemen atau nonparlemen,” katanya.
Pada pilkada sebelumnya, Partai Demokrat bersama lebih dari 20 partai lain mengusung Fauzi Bowo-Prijanto untuk memimpin Jakarta.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI





