TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Pendapatan XL Rp 18,9 Triliun
TEMPO.CO, Jakarta - PT XL Axiata Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 18,92 triliun sepanjang tahun lalu. Capaian ini meningkat 7 persen dibandingkan 2010. Presiden Direktur XL Hasnul Husaimi mengatakan pertumbuhan pendapatan perusahaan didorong dari peningkatan layanan data yang signifikan, yaitu sebesar 61 persen.
"Namun ada penurunan pendapatan layanan value added service sebesar 57 persen selama kuartal keempat. Ini disebabkan oleh adanya surat edaran BRTI soal layanan jasa pesan premium," kata Hasnul dalam siaran pers, Jumat 27 Januari 2012.
Sedangkan pendapatan perusahaan selama kuartal keempat 2011 tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2010. Pertumbuhan itu disebabkan oleh peningkatan layanan data 18 persen dan SMS 8 persen. "untuk layanan percakapan selama kuartal keempat 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 4 persen kuartal per kuartal," katanya.
Untuk laba bersih perusahaan hingga akhir tahun, menurutnya, bertahan sebesar Rp 2,8 triliun. "Meski begitu laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) naik 1 persen dibandingkan 2010, yaitu mencapai Rp 9,3 triliun dengan marjin sebesar 49 persen," katanya.
Hasnul melihat layanan data saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Tahun lalu pendapatan layanan data berkontribusi 15 persen terhadap total pendapatan layanan telekomunikasi. Alhasil kontribusi pendapatan selain percakapan sekarang telah mencapai hampir 50 persen.
Dia juga menjelaskan pengguna layanan data saat ini lebih dari setengah total pelanggan. Sementara itu trafik layanan data naik tiga kali lipat. Pengguna layanan data telah mencapai 25,5 juta. Ini berarti 55 persen dari total pelanggan XL. Trafik penggunaan data juga telah tumbuh cepat sebesar 295 persen dari 2,7 petabyte pada 2010 menjadi 10,6 petabyte pada 2011.
Hinga akhir tahun lalu total pelanggan XL mencapai 46,4 juta. Selama kuartal keempat pelanggan meningkat sebesar 3 juta. Pada tahun ini Hasnul menargetkan total pelanggan XL dapat mencapai 50 juta.
SUTJI DECILYA





