foto

Taksi air yang menghubungkan Jakarta dengan pulau-pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. TEMPO/Arie Basuki

Penyeberangan ke Pulau Seribu Ditiadakan  

TEMPO.CO, Jakarta -  Terhitung dua hari sejak kemarin, penyeberangan dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, ke Kepulauan Seribu, hari ini ditiadakan. "Sejak kemarin memang ditiadakan demi keamanan. Kami masih menunggu cuaca membaik," kata Haji Zulkarnaen, Manajer Pelabuhan Muara Angke, Jumat, 27 Januari 2012.

Zulkarnaen belum bisa memastikan, sampai kapan penyeberangan ke Pulau Seribu dari pelabuhan yang baru diresmikan 5 Januari 2012 lalu ini ditiadakan. Menurut pendapat dia, hal itu sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Karena itu, ia juga memohon maaf pada para penumpang yang terlanjur menunggu keberangkatan kapal.

"Masalahnya, informasi cuaca ini kan berdasarkan pantauan harian, termasuk laporan dari pulau-pulau tujuan juga," ujarnya.

Sementara belasan calon pelancong ke Kepulauan Seribu yang telah menunggu keberangkatan kapal sejak pukul 06.00 merasa kecewa. "Sayang juga tidak bisa berangkat, tapi daripada bahaya memang lebih baik ditunda," ujar Wahyu. Pemuda 22 tahun dari Grogol, Jakarta Barat, ini semula hendak menghabiskan akhir pekan di Pulau Tidung bersama Bagus, teman kuliahnya.

Pelayaran ke Kepulauan Seribu dari Muara Angke biasa dilayani enam unit KM Kerapu dan dua unit KM Lumba-lumba. Keduanya merupakan kapal cepat milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Satu unit KM Kerapu dapat mengangkut 20 penumpang, sementara KM Lumba-lumba berkapasitas hingga 50 penumpang.

KM Lumba-lumba biasa diberangkatkan setiap pukul 08.00. Rute yang dilaluinya ada dua, yakni Lintasan 1: Muara Angke, Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, pulang-pergi (PP). Sementara lintasan 2 dari Muara Angke menuju Pulau Untung Jawa, kemudian Tidung (PP).

KM Kerapu diberangkatkan dua kali setiap harinya yakni pukul 07.00 dan jam 12.00. Ada empat rute yang dilalui yakni Lintasan 1: Muara Angke, Pulau Untung Jawa, Pramuka dan Pulau Kelapa (PP). Lintasan 2: Muara Angke, Pulau Untung Jawa, Pari, Pramuka, dan Pulau Kelapa (PP). Lintasan 3: Muara Angke, Pulau Untung Jawa, Lancang, Payung dan Pulau Tidung. Terakhir, Lintasan 4: Muara Angke, Pulau Untung Jawa, Lancang, Pari dan Pulau Pramuka.

PINGIT ARIA