Cuaca Buruk, Merpati Gagal Mendarat di Bima   | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Cuaca Buruk, Merpati Gagal Mendarat di Bima  

Sabtu, 28 Januari 2012 | 12:36 WIB

Pesawat Merpati MA 60. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO , Jakarta- Denpasar - Pesawat Merpati jurusan Denpasar-Bima terpaksa harus kembali ke Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, akibat cuaca di Bandara Udara Salahuddin, Bima, tak memungkinkan untuk pendaratan. "Pesawat kembali ke Bali dan menunggu cuaca memungkinkan untuk mendarat di Bima," ujar Indah S., pramugari pesawat, kepada penumpang, Sabtu 28 Januari 2012.

Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 622 tersebut kembali ke Bali setelah menempuh penerbangan selama satu jam. Namun jarak pandang yang rendah membuat pilot pesawat MA-60 tersebut memutuskan  kembali ke Bali. "Sebenarnya kami tinggal 15 menit lagi. Tapi karena jarak pandang hanya 3 kilometer, kami harus balik lagi," ujar Indah kepada Tempo.

Cuaca buruk memang sudah dirasakan sejak pesawat terbang sekitar setengah jam perjalanan dari Bali. Gumpalan awan tebal sempat membuat pesawat mengalami guncangan-guncangan kecil. Bahkan pilot pun melarang penumpang melepaskan sabuk pengaman kursi.

Pesawat saat ini telah mendarat kembali di Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Penumpang yang berjumlah sekitar 50 orang pun telah turun dan menunggu di ruang tunggu bandara.

FEBRIYAN