Cuaca Buruk, Merpati Denpasar-Bima Tunda Besok   | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Cuaca Buruk, Merpati Denpasar-Bima Tunda Besok  

Sabtu, 28 Januari 2012 | 12:59 WIB

TEMPO/Kink Kusuma Rein

TEMPO.CO , Jakarta - Setelah gagal mendarat di Bima dan terpaksa kembali ke Denpasar, penerbangan pesawat Merpati jurusan Denpasar-Bima akhirnya dibatalkan. Seluruh penumpang rencananya akan diberangkatkan pada esok pagi. "Kami akan berangkat pukul 07.00," ujar Indah P.L., petugas dari Merpati yang melayani penumpang di Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu 28 Januari 2012.

Sebelumnya pesawat Merpati jurusan Denpasar-Bima terpaksa harus kembali ke Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, setelah gagal cuaca di Bandara Udara Salahuddin, Bima, yang tak memungkinkan untuk pendaratan. "Pesawat kembali ke Bali dan menunggu cuaca memungkinkan untuk mendarat di Bima," ujar Indah, pramugari pesawat, kepada penumpang, Sabtu 28 Januari 2012.

Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 622 tersebut kembali ke Bali setelah menempuh penerbangan selama satu jam. Namun jarak pandang yang rendah membuat pilot pesawat berjenis MA-60 tersebut memutuskan kembali ke Bali. "Sebenarnya kami tinggal 15 menit lagi. Tapi karena jarak pandang hanya 3 kilometer, kami harus balik lagi," ujar Indah kepada Tempo.

Cuaca buruk memang sudah dirasakan sejak pesawat terbang sekitar setengah jam perjalanan dari Bali. Gumpalan awan tebal sempat membuat pesawat sedikit mengalami guncangan kecil. Bahkan pilot pun melarang penumpang melepaskan sabuk pengaman kursi. Meski demikian, tidak terlihat suasana panik dari penumpang saat terjadi turbulensi.

Sekitar 50 penumpang saat ini masih dalam pendataan untuk diberikan akomodasi oleh Merpati.

FEBRIYAN