foto

Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

Mayat dengan Leher Hampir Putus di Srengseng Sawah

TEMPO.CO, Jakarta - Mayat laki-laki berusia sekitar 18-20 tahun ditemukan di Taman Pemakaman Umum Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu pagi, 29 Januari 2012. Mayat yang ditemukan di bawah pohon itu dalam kondisi telentang. Tidak ada tanda lebam atau luka selain bekas gorokan di leher. Lehernya hampir putus.

Laki-laki yang belum diketahui nama dan asal usulnya itu berambut ikal dan berkulit sawo matang. Posturnya sedang dengan tinggi sekitar 156-155 sentimeter. Dia memakai celana kolor di atas lutut berwarna biru strip tiga merek Adidas, celana dalam warna abu-abu, dan kaus abu-abu bertuliskan "bali". Tak ada identitas lain. "Mayat ditemukan sekitar pukul 08.30," kata Tulus, Ketua RT 4 RW 7 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu, 29 Januari 2012.

Tulus mengatakan mayat itu ditemukan pertama kali oleh seorang anak laki-laki yang ikut menguburkan keluarganya di pemakaman tersebut. Anak kecil yang menemukan mayat itu bukan warga Srengseng Sawah. Menurut Tulus, ketika anak itu pergi di bawah pohon untuk kencing, dia berteriak saat pertama kali melihat mayat tersebut. Ia mengadu ke sopir bus Kopaja yang mengantarkan rombongan pelayat. Lalu sopir melaporkan temuan mayat itu ke juru kunci pemakaman dan diteruskan ke Tulus.

Menurut dugaan Tulus, yang bekerja di Polda Metro Jaya dan memahami sedikit tentang forensik, mayat diduga meninggal tiga jam sebelum ditemukan. Dari kondisi mayat, kata Tulis, kemungkinan mayat diletakkan sesudah hujan turun tadi pagi. Alasannya, saat Tulus melihat pertama kali, darah tidak mbleber (mengalir) bercampur dengan air. Mayat yang ditemukan itu, kata Tulus, bukan warganya.

Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa Komisaris Polisi Sunarto mengatakan tidak ditemukan tanda pengenal seperti kartu tanda penduduk atau sejenisnya yang dibawa oleh korban.

SUNDARI