foto

Sejumlah anak melihat reruntuhan bangunan Sekolah Dasar (SD) Cimanggis 3 Bojonggede Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/11). Angin ribut disertai hujan es pada Minggu petang (13/11) lalu ini mengakibatkan kerusakan bangunan sekolah dan ratusan rumah warga. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pemerintah Siapkan Rp 18 Triliun untuk Rehab Sekolah Rusak  

TEMPO.CO, Depok - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan, di seluruh Indonesia, ada 140 ribu ruang kelas sekolah yang tidak layak untuk proses belajar-mengajar. Untuk mengatasi hal itu, kata dia, pemerintah menyediakan Rp 18 triliun untuk memperbaikinya. “Salah satu program Kementerian untuk beresin sekolah SD, SMP yang tak layak,” katanya kepada wartawan di Depok, Ahad, 29 Januari 2012.

Menurut Nuh, jumlah tersebut kemungkinan bertambah setiap tahun. Sebab, sekolah yang saat ini tergolong rusak ringan dan sedang, tahun depan bisa menjadi rusak berat. Penyebab rusaknya rumah belajar itu adalah usianya yang sudah tua. “Mau tidak mau memang tugas kita untuk merehab,” katanya.

Menteri Nuh pun mengunjungi sejumlah sekolah rusak di Depok, Jawa Barat, pada pukul 11.00 WIB hari ini. Di antaranya Sekolah Dasar Negeri Cilodong II, SDN Sukamaju Baru II dan III, serta SD Tugu III. “Sekolah yang saya kunjungi di Depok ini saja dibangun 1980-an,” katanya.

Nuh berkeliling sambil mengamati atap plafon kelas yang rata-rata sudah lapuk dan bolong. Guru dan kepala sekolah khawatir, suatu hari nanti bangunan itu akan menimpa ratusan siswa mereka.

"Kita akan merenovasi yang tidak layak menjadi layak. Totalnya Rp 18 triliun tahun ini, pada 2011 sebesar Rp 20,4 triliun, kita ingin selesaikan itu. Kalau pas jam kosong, saya senang keliling," ujar Nuh.

Nuh pun mengapresiasi para guru yang tetap bersemangat mengajar dengan kondisi sekolah yang seadanya. SDN di Cilodong II, misalnya, dari sisi luar kelihatan bagus, tetapi dari sisi konstruksi atapnya sudah lapuk karena berumur 30 tahun. “Sudah waktunya diganti. Saya apresiasi Cilodong dan Sukamaju II dan III, sekolahnya bersih, meskipun kualitas bangunan sudah termakan usia. Gurunya juga tetap semangat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyebutkan masih ada 280 sekolah rusak berat yang belum diperbaiki. Perbaikan sekolah rusak, kata dia, juga dibantu oleh pemerintah kota, provinsi, dan pusat. Mahmudi berharap, dengan kunjungan Menteri Nuh, bisa mengetahui secara real. “Mana yang bisa dibantu oleh pemerintah pusat, mana yang belum. Kita diminta beri tahu empat sekolah terjelek. Jadi mana yang terburuk, kita rehab,” kata Mahmudi.

ILHAM