foto

Sejumlah pasukan Keraton Kasunan Surakarta mengikuti kirab budaya menyambut munas Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) melintas di Jalan Slamet Riyadi, Solo. TEMPOAndry Prasetyo

Jokowi Wajibkan PNS Pakai Beskap dan Kebaya  

TEMPO.CO, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta akan mewajibkan pegawai negeri untuk menggunakan pakaian tradisional sebagai seragam kerja. Mereka wajib menggunakan kebaya dan beskap sekali dalam sepekan, pada setiap Kamis.

Aturan penggunaan seragam baru tersebut mulai disosialisasikan dalam rapat kepala dinas, Senin, 30 Januari 2012. “Kami ingin melestarikan pakaian tradisional Jawa Tengah, khususnya gaya Surakarta,” kata Wali Kota Surakarta Joko Widodo.

Pemerintah setempat mengatur model, desain, serta warna pakaian yang akan digunakan sebagai seragam kerja tersebut. Meski demikian, mereka memberikan kebebasan bagi para pegawai untuk membeli bahan dan memesan pakaian ke penjahit langganan mereka.

Jokowi mengungkapkan kebijakan tersebut bermula dari kekhawatiran akan kepunahan pakaian tradisional. Saat ini pakaian tradisional hanya sering digunakan oleh masyarakat dalam acara resmi serta kegiatan budaya. “Seperti di Jepang, misalnya, saat ini sudah jarang dijumpai orang menggunakan kimono,” kata Jokowi.

Rencananya, untuk sementara, aturan seragam baru itu baru akan diwajibkan untuk pegawai negeri yang bertugas di lingkungan balai kota. Namun nantinya mereka juga akan mewajibkan pegawai negeri di lingkungan pendidikan untuk ikut menggunakan seragam itu. “Kami berharap kebijakan ini juga diikuti oleh swasta serta masyarakat umum,” kata Jokowi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Surakarta Etty Retnowati mengaku tengah menyiapkan surat edaran untuk penggunaan seragam baru itu. “Kami harapkan pertengahan Februari pakaian tradisional sudah bisa digunakan,” katanya.

Selama ini para pegawai negeri menggunakan seragam batik setiap hari Kamis. Dengan aturan baru tersebut, penggunaan pakaian batik dengan motif Kresna itu akan dimajukan menjadi setiap hari Rabu.

Mereka juga telah menjalin kerja sama dengan komunitas pencinta pakaian tradisional untuk pembuatan desain pakaiannya. “Kami telah membuat desain pakaian tradisional yang sangat praktis untuk digunakan,” kata Ketua Asosiasi Busana Tradisional Ratna Busana, Danarsih.

Para pegawai negeri, khususnya pegawai perempuan, bisa menggunakan kebaya siap pakai dengan cara yang mudah dan dalam waktu singkat. “Apalagi sekarang banyak tersedia sanggul yang sangat praktis,” kata Danarsih.

AHMAD RAFIQ