Mantan anggota DPR komisi IX, Hamka Yandhu dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (12/11). Sidang lanjutan ini menghadirkan saksi Emir Moies dan Wilem Tutuarima. TEMPO/Amston Probel
Infografis
Foto Terkait
Ada Cek Pelawat Mengalir ke Majelis Taklim
TEMPO.CO, Jakarta - Cek pelawat rupanya membawa “berkah” bagi kelompok pengajian. Dari 480 lembar cek pelawat yang dibagikan ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat di sekitar hari terpilihnya Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004, lima lembar di antaranya ternyata dipakai untuk membangun majelis taklim.
Diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 Juni 2009, Sri Wahyuni menyampaikan cerita soal lima lembar cek pelawat yang pernah ia cairkan. Perempuan yang jadi saksi dalam perkara Hamka Yandhu tersebut mengaku menerima lima lembar cek pelawat BII bernomor seri 135010456 hingga 13501460. Nilainya masing-masing Rp 50 juta.
Pada 30 November 2004 Sri kemudian menguangkan cek itu di BII cabang Bogor. Sri mengaku menggunakan duit hasil pencairan cek senilai Rp 250 juta itu untuk membeli bahan bangunan gedung Majelis Taklim As-syifa dan membayar tukang. Majelis Taklim As-syifa dibangun di Jalan Veteran III, Banjarwangi, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, mulai pertengahan 2003 hingga pertengahan 2005.
Kepada penyidik Sri mengaku mendapatkan cek dari seseorang bernama Husni Thamrin. Asal-usul Husni Thamrin sendiri masih gelap. Yang jelas, cek bernomor seri 135010456 hingga 13501460 sama persis dengan cek yang pernah diterima Hamka Yandhu dari Arie Malangjudo, anggota staf Nunun Nurbaetie.
Siapa Sri Wahyuni? Sumber Tempo menyebut Sri sebagai istri keempat Mochammad Hatta, mantan Duta Besar RI untuk Thailand yang juga Ketua Fraksi Golkar ketika kasus terjadi. Bukan kebetulan bila Majelis Taklim As-syifa dibangun bersebelahan dengan rumah Hatta di Bogor. Di majelis, Hatta tercatat sebagai orang yang meresmikan pembangunannya sekaligus menjabat pembina kelompok pengajian itu.
Hatta membantah soal cek yang diduga sampai ke tangannya. “Saya tidak pernah menerima dan tidak tahu-menahu tentang adanya cek pelawat untuk memenangkan Miranda Gultom,” katanya. Didatangi di rumahnya dan di Majelis Taklim As-syifa berulang kali sepanjang Kamis dan Jumat pekan lalu, Sri Wahyuni selalu menghindar. “Ibu dan Bapak sedang keluar. Semalam berangkat, tidak tahu ke mana,” kata Ano, penjaga keamanan di rumah itu.
Bagaimana cek pelawat bisa sampai ke tangan Sri dan digunakan untuk membiayai pembangunan majelis taklim? Simak laporan lengkapnya di Majalah Tempo pekan ini.
ANTONS
Berita terpopuler
Wawancara Miranda: Kenapa Mesti Panik?
Miranda Goeltom Diminta Kembalikan Gaji
Empat Kali, Miranda Goeltom Menangis
Jamuan Makan Malam di Dapur Miranda Goeltom
Kata Anak, Miranda Menangis Baru Empat Kali
FITRA Cium Gelagat KPK Pecah Sikapi Anas
Ruhut Kritik Gaya "Tinju" Pengacara Nazar
Cara Miranda Mengukur ''Persahabatan'' dengan Nunun
Miranda Goeltom ''Ngecat'' Rambut Sendiri di Rumah
Dekat Dengan Bos Artha Graha? Ini Kata Miranda





