TEMPO/Arif Fadillah
Topik
Infografis
Usung Tommy, Nasrep Targetkan 10 Persen Suara
TEMPO.CO, Jakarta - Partai Nasional Republik mentargetkan akan meraup suara hingga 10 persen dalam Pemilu 2014 mendatang. Partai yang baru dikukuhkan Kementerian Hukum dan HAM pada 4 Januari 2012 ini yakin dengan semangat nasionalis religius bisa meraup suara besar.
"Kami akan fokus meraup suara 10 persen agar bisa mengajukan calon presiden," kata Ketua Umum Nasrep, Jus Usman, Senin 30 Januari 2012.
Menurut Jus, partainya optimistis meraup suara besar karena sudah memiliki basis konstituen di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi partai ini tidak hanya menggandeng Partai Nurani Umat (PNU) untuk mendapatkan status badan hukum, tetapi juga mengusung Partai Sarikat Indonesia (PSI). "Selain dua partai nonparlemen ini, juga ada partai lain yang bergabung tetapi masih secara perseorangan," ujar Jus.
PNU sendiri merupakan partai peserta pemilu 2009 yang telah berbadan hukum sejak 2008. Sementara itu, PSI adalah partai yang tak lolos verifikasi pada pemilu 2009 lalu.
Belakangan PSI dan tiga partai peserta pemilu 2004 lainnya menggugat ke Mahkamah Konstitusi. MK pun lantas mengabulkan gugatan PSI dan mengabulkan untuk disahkan sebagai peserta pemilu 2009.
Bergabungnya dua partai ini, kata Jus, akan menjadi modal untuk meraup suara besar. Dalam waktu setahun partai ini mentargetkan akan memperoleh penambahan anggota hingga 12 juta pemilik Kartu Tanda Anggota. "Kami berharap mesin-mesin politik yang sudah ada bisa bekerja maksimal," ujarnya.
Mengenai pengusungan putra Soeharto, Hutomo Mandala Putra, yang akrab disapa Tommy, Jus menyatakan hal itu merupakan aspirasi dari arus bawah Partai Nasrep. Alasannya, banyak kader dan simpatisan yang menilai sosok Tommy bisa mewarisi kepemimpinan Soeharto yang dinilai lebih berpihak pada masyarakat kecil. Apalagi saat ini Tommy didapuk menjadi Ketua Dewan Pembina.
Untuk menyukseskan cita-citanya, Jus menyatakan dalam rapat pimpinan yang berlangsung dua hari, Nasrep akan memfokuskan konsolidasi organisasi untuk menguatkan penjaringan kader baru. "Kami yakin dengan organisasi yang kuat, angka 10 persen suara akan tercapai."
IRA GUSLINA





