guardian.co.uk
Topik
Infografis
Bos Bank Terkenal Tolak Bonus Rp 13 Miliar
TEMPO.CO, London - Bos Royal Bank of Scotland, Chief Executive Officer Stephen Hester, menolak kucuran bonusnya yang hampir 1 juta poundsterling atau sekitar Rp 13,5 miliar. Sejumlah kalangan menduga Hester tampaknya mengalah pada "tekanan politik yang sangat besar".
Kepada harian Washington Post, Senin, 30 Januari 2012, juru bicara RBS, David Gaffney, menyebutkan Hester tidak akan menerima bonus berbentuk 3,6 juta lembar saham, yang diberikan oleh dewan komisaris dari bank terbesar dan paling bonafide di Inggris itu.
Politikus dari Partai Konservatif, George Osborne, menjelaskan keputusan tersebut "masuk akal dan disambut dengan baik". Ia meminta publik membiarkan Hester berfokus pada rencana pengembalian jutaan poundsterling kepada para pembayar pajak.
Pemimpin Partai Buruh, Ed Miliband, menambahkan, Hester telah "melakukan hal yang benar". Sebelumnya, Partai Buruh mengancam akan memaksa melakukan pemungutan suara mengenai masalah ini setelah Perdana Menteri David Cameron menolak memblokir bonus dari bank, yang sekarang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh publik.
Pekan lalu Cameron mendulang hujatan setelah dia mengatakan semuanya diserahkan kepada Hester, apakah dia mau menerima bonus itu. "Sangat memalukan, David Cameron tidak menyadari ia harus melakukan hal yang benar dan berdiri untuk kepentingan rakyat Inggris," ujar Milliband.
Menurut Milliband, Partai Buruh berhak mengajukan pemungutan suara parlemen sehingga suara rakyat bisa didengar. "Kita memerlukan pemerintah yang akan memungut pajak bagi bonus para bankir dan mempertanggungjawabkannya ke ruang rapat."
Politikus Partai Buruh lain, Chuka Umunna, mengatakan Hester sudah cukup dihargai dalam kinerjanya. "Dia menerima 1,2 juta poundsterling per tahun, yang 46 kali rata-rata gaji karyawan di negeri ini, untuk melakukan pekerjaan itu," ujanya.
Keputusan Hester yang menolak pemberian bonus menyusul langkah serupa yang ditempuh oleh Philip Hampton pada Sabtu, 28 Januari 2012. Hampton, Komisaris Utama RBS, menyerahkan kembali bonus senilai 1,4 juta poundsterling berbentuk saham kepada negara.
Hester dan Hampton diangkat menggantikan pejabat lama, Fred Goodwin, yang memimpin RBS mengambil alih bank Belanda, ABN Amro. Goodwin mengundurkan diri pada Oktober 2008 saat pemerintah menghabiskan 45 miliar poundsterling untuk menopang keuangan RBS yang sedang limbung dihajar krisis finansial. Kini pemerintah menguasai 82 persen saham di RBS.
Dewan direksi RBS, pekan lalu, memutuskan untuk mengganjar Hester berupa bonus 3,6 juta saham atau senilai 993 ribu poundsterling. Bonus tersebut di luar di atas gaji tahunan sebesar 1,2 juta poundsterling.
BOBBY CHANDRA | BBC.CO.UK | WASHINGTON POST





