MS Hidayat. TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Menteri Perindustrian Kecewa dengan Aksi Buruh
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Muhammad S. Hidayat mengaku kecewa dengan unjuk rasa buruh, Jumat pekan lalu. Aksi itu dinilai bisa melemahkan iklim industri. “Saya kecewa dengan itu,” katanya kepada wartawan di Jakarta, 30 Januari 2012.
Ia mengaku telah diundang oleh Duta Besar Jepang untuk membicarakan gejolak tersebut. Hidayat menceritakan, beberapa duta besar sempat mempertanyakan ihwal aksi buruh yang sempat menutup tol Jakarta-Cikampek.
Friksi antara pengusaha dan buruh, menurut Hidayat, sering terjadi di berbagai negara. Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan kejadian ini tidak terulang lagi. Dewan Pengupahan Daerah harus diperkuat untuk mencegah gejolak buruh.
Perselisihan seharusnya tidak menimbulkan aksi massa yang melumpuhkan perekonomian. Dewan Pengupahan sudah mewakili semua pihak, yaitu pemerintah, swasta, dan pekerja. Dewan tersebut seharusnya menjadi tempat berdialog antara pengusaha, buruh, dan pemerintah. “Gugatan ke PTUN seharusnya dihindari,” kata Hidayat.
Jumat lalu, ribuan buruh memprotes putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang memenangkan gugatan APINDO atas SK Gubernur Jawa Barat nomor 561/Kep.1540-Bansos/2011 yang menaikkan upah minimum Kabupaten Bekasi. Mereka menutup tol Jakarta-Cikampek. Pengusaha mengklaim protes ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp 150 miliar.
GADI MAKITAN





