foto

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim memberikan orasi dalam kujungan singkatnya di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Anwar Ibrahim Siap Menangkan Pemilu Malaysia  

TEMPO.CO , Bandung - Tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, siap bertarung dan memenangkan pemilihan umum yang paling lambat digelar tahun depan. Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia periode 1993-1998 itu optimistis menang bila melihat dukungan rakyat setelah ia divonis bebas dari dakwaan sodomi pada 9 Januari 2012.

“Ada lonjakan (dukungan) yang sangat positif. Cuma kami mau pastikan pemilu itu tidak banyak penipuan, bebas, dan adil,” kata Anwar di kampus Institut Teknologi Bandung, Senin, 30 Januari 2012.

Menurut Anwar, pemilu tidak boleh digunakan pemerintah, khususnya UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu), untuk menipu. Soal rencana banding dari jaksa terkait kasus sodomi, suami Wan Azizah itu yakin kasusnya tidak akan berlanjut. “Sebab, semua fakta sudah terbongkar dan terlalu banyak penipuan,” ujarnya.

Contohnya, kata dia, saksi utama tidak hadir, nota dokter tidak ada, serta keterangan dokter berlawanan dengan tuduhan. Menurut Anwar, tidak ada jalan untuk upaya banding kecuali kasusnya semua diatur atau bisa diatur. “Asal bapak senang,” katanya.

Jika terpilih sebagai perdana menteri, Anwar berencana akan menurunkan harga minyak dan gas. Penurunan harga itu dilakukan sehari setelah terpilih nanti. “Sebab, di Malaysia itu net eksportir minyak yang hasilnya masuk ke kantong pemerintah sebesar 90 miliar ringgit atau US$ 25 miliar per tahun,” katanya.

Dia menilai pemerintah tidak punya hak memakai keuntungan itu untuk masuk ke kantong pribadi atau kroni. “Itu hak negara dan rakyat, bukan untuk memperkaya cukong dan kroni,” ujarnya.

Anwar datang ke Bandung untuk menghadiri undangan Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam di Aula Barat ITB. Acara itu menggelar memorial lecture tentang kiprah dakwah mendiang Imaduddin Abdulrahim alias Bang Imad dalam gerakan dakwah kampus dan politik.

ANWAR SISWADI