bradrants.com
Topik
Polisi Bekuk Perampok Nasabah Bank
TEMPO.CO, Jakarta- Polisi membekuk satu anggota komplotan perampok nasabah bank, Rahmadi. Kelompok Rahmadi cs dikenal brutal dalam beraksi. Mereka tak segan-segan menembak korban untuk menggasak uang yang baru diambil dari bank.
Salah satu korbannya adalah Irzan Arza, 60 tahun. Kini korban masih dalam keadaan kritis dan belum mampu bicara. “Korban ditembak di pelipis hingga tembus ke paru-paru,” kata Kepala Satuan Resmob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heriawan, Selasa 31 Januari 2012.
Irzan ditembak kelompok Rahmadi ketika mengambil uang di bank di Bekasi, Jawa Barat, Desember 2011 lalu. Saat itu ia dan istrinya keluar dari bank dan mampir ke toko fotokopi di Sentra Niaga 1 Blok C Nomor 36, Pejuang Medan Satria, Bekasi. Pelaku membuntuti korban sejak dari bank. “Saat tiba di tempat fotokopi, korban disambut tembakan kelompok Rahmadi,” kata Herry.
Rahmadi ditangkap di Karawang, Jawa Barat. Ia menyamar sebagai tukang sate. Lantaran identitasnya sudah diketahui, Rahmadi tak bisa luput dari kejaran polisi. “Rumahnya kami kepung,” kata Herry.
Polisi membekuk Rahmadi saat hendak berangkat membeli daging di pasar. Lantaran berusaha lari, aparat kepolisian menembak betis kanan Rahmadi.
Saat beraksi Rahmadi tak seorang diri. Ia beraksi bersama lima rekannya, yaitu P, A, S, Z, T, dan M. Dua di antaranya tewas ditembak reserse di Yogyakarta. Tiga lainnya sudah ditangkap. Dua orang lagi yang dicurigai ikut beraksi masih diburu polisi hingga sekarang.
Menurut Herry, kelompok ini membagi tugas saat beraksi. Rahmadi tugasnya memantau situasi bank dan membuat gambar denah bank. Rahmadi mengaku tidak menembak korban. “Yang menembak orang lain, saya tidak tahu namanya,” kata Rahmadi.
Rahmadi mengaku tak semua anggota komplotan ia kenal. Ia hanya kenal satu orang bernama Kutilang. Kulitang, katanya, yang memperkenalkan dirinya kepada yang lain.
Selain di Bekasi, kelompok ini pernah merampok nasabah bank di Cakung, Jakarta Timur, akhir Oktober 2011. Korbannya adalah Sugiyana, 49 tahun. Saat itu Sugiyana baru mengambil uang dari bank dan meneruskan perjalanan ke sebuah toko material di Jalan Irigasim Jakarta Timur. Pelaku yang sudah membuntuti korban menembak Sugiyana saat berada di dalam toko. Pelaku menggasak uang Rp 85 juta. “Itu hasil rampokan paling besar,” kata Rahmadi.
ANANDA BADUDU





