foto

TEMPO/Dwianto Wibowo

Lotte: Indonesia Titik Fokus di Asia Tenggara  

TEMPO.CO, Jakarta - Toko bebas bea asal Korea Selatan, Lotte Duty Free Shop, memilih Indonesia sebagai lokasi awal langkah ekspansinya ke mancanegara. Dengan investasi senilai Rp 40 miliar, peretail tersebut membuka gerai pertamanya seluas 900 meter persegi di Bandara Soekarno Hatta hari ini. 

"Kami memilih Jakarta, Indonesia, karena merupakan titik fokus di Asia Tenggara," ujar CEO Lotte Duty Free Shop, Choi Young Soo, Selasa, 31 Januari 2012.

Young Soo menuturkan, pembukaan cabang di luar Korea untuk pertama kali ini adalah langkah terbesar Lotte Duty Free Shop setelah 32 tahun beroperasi. Lotte Duty Free kini telah memiliki 10 cabang di Korea dan dua cabang online.

Lotte Duty Free kini berada di peringkat lima dunia sebagai gerai bebas bea terbaik dan menempati posisi wahid di Asia. Dimulai dari Indonesia, Lotte akan mulai merambah pasar-pasar Asia lainnya. Mereka menargetkan kenaikan penjualan sebanyak 40 persen di mancanegara hingga 2018 untuk mewujudkan visi toko bebas gerai terbaik nomor satu dunia.

Selain di Bandara Soekarno Hatta, Lotte juga tengah melirik wilayah lainnya untuk menambah pasar. "Kemungkinannya Bali. Kami tertarik buka di sana," kata dia.

Direktur Marketing Lotte Duty Free Shop Indonesia, Novita Wibowo, mengatakan selain Bali, Lotte juga berencana membuka gerai tambahan di Jakarta. "Gerainya akan dibuka di dalam Lotte Departement Store yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini," ucapnya.

Toko bebas pajak di Jakarta tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi di daerah Casablanca. "Investasinya tentu lebih besar, tapi belum dapat disebutkan." Dia menargetkan gerai bebas bea pertamanya di Indonesia dapat meraup omzet penjualan setidaknya Rp 13,2 miliar per bulan.

Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Yong Sun, mendorong para pengusaha dari Negeri Ginseng menanamkan modalnya di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, Korea Selatan masuk menjadi lima investor terbesar di Indonesia dengan nilai US$ 1,2 miliar atau sebesar 6,3 persen.

Ia ingin agar peringkat tersebut terus terdorong naik. "Peringkatnya tidak ditargetkan, tetapi investasinya harus terus ditambah," kata dia. Indonesia merupakan negara yang cukup baik untuk mengembangkan usaha. Dia mengapresiasi pemerintah Indonesia yang sangat terbuka dalam hal kerja sama ekonomi dengan negara asalnya.

GUSTIDHA BUDIARTIE