Aksi Buruh tutup ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. TEMPO/Hamluddin
Topik
Hatta Sesalkan Sikap Buruh Blokade Jalan
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyesalkan sikap buruh yang memblokade jalan untuk menuntut kenaikan upah. “Kalau dilakukan dengan cara-cara seperti itu akhirnya suasana tidak baik,” katanya di Kantor Kementerian Perekonomian, Selasa, 31 Januari 2012.
Ia berharap Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat menjadi mediator dialog antara pengusaha dan buruh. “Saya tetap yakin persoalan ini dapat diselesaikan dengan dialog,” ujarnya.
Hatta optimistis lantaran polemik upah buruh Bekasi akhirnya dapat disepakati setelah pemerintah pusat mengundang asosiasi pengusaha dan buruh untuk rapat bersama. “Buktinya kemarin bisa. Keduanya (pengusaha dan buruh) bisa menerima,” katanya.
Sebanyak 20 ribu buruh dari seluruh aliansi serikat pekerja dan serikat buruh di Tangerang, Banten, akan menggelar aksi mogok massal dan menutup akses tol Tangerang-Jakarta. Kelompok buruh itu berasal dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Raya.
Ancaman itu akan dilakukan buruh jika kisruh revisi Surat Keputusan Gubernur Banten terkait upah minimum kabupaten dan kota tidak menemukan penyelesaian. Rencana blokade jalan tol mengikuti aksi buruh Bekasi yang menutup akses jalan tol Jakarta Cikampek. Setelah aksi buruh Bekasi tersebut, pengusaha akhirnya menyetujui kenaikan upah buruh.
Koordinator Aliansi Buruh dan Serikat Buruh Tangerang Koswara mengatakan rencana aksi akan mendatangkan jumlah lebih besar ketimbang aksi buruh Bekasi. “Aksi kami akan melebihi seperti di Bekasi,” katanya.
AKBAR TRI KURNIAWAN





