foto

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (kiri) menyalami sejumlah kader, saat Pelantikan Pengurus Harian dan Rapat Kerja Daerah DPD Partai Demokrat Kalbar di Pontianak Convention Center, Sabtu (28/1). ANTARA/Jessica Wuysang

Soal Anas, Pengurus Demokrat di Jateng Terbelah  

TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Danny Sriyanto yang mendukung penonaktifan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat mendapat respon keras dari jajaran Ketua DPC Se Jawa Tengah.

“Pernyataan itu sangat tidak berdasar dan kami menilai sebagai ajang mencari muka, agar dapat tampil di publik ketika partai yang dipimpin Anas sedang terkena prahara karena kasus yang dihadapinya,” kata RM Abdullah, Ketua DPC Partai Demokrat Purworejo usai menggelar pertemuan dengan 27 dari 30 Ketua DPC Se-Jawa Tengah di Hotel Quality Yogyakarta, Rabo, 1 Februari 2012.

Dalam pertemuan itu dari 27 jajaran Ketua DPC Demokrat Se-Jawa Tengah yang hadir menyatakan bahwa sampai saat ini masih mendukung Anas Urbaningrum yang berada di tampuk pimpinan partai. “Kami sampai saat ini masih mendukung Anas duduk di tampuk pimpinan Partai Demokrat. Tidak ada wacana soal pelengseran,” kata Abdullah yang juga Koordinator pertemuan itu.

Abdullah mengatakan, munculnya pernyataan Danny tersebut dapat dilihat sebagai tidak harmonisnya hubungan antara DPC dengan DPD. “Selama ini memang komunikasinya memang kurang baik, sehingga dimanfaatkan untuk ajang tampil di publik dengan pernyataan yang sebelumnya tidak pernah dibicarakan itu,” kata dia.

Diakui Abdullah, sejak 1999 hubungan DPD Jawa Tengah dengan DPC mulai memburuk. Namun ia membantah jika ada perpecahan ketika terjadi Knggres dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat yang mencalonkan Anas Urbaningrum, Marzuki serta Andi Malarangeng.



“Terhadap hasil konggres semua menerima. Rata-rata di Jawa Tengah pilihannya merata, ada yang Anas, Andi, atau Marzuki,” kata dia.

Ditanya apakah Dany sendiri sebelumnya berambisi duduk sebagai calon Ketua Umum, Abdullah menjawab diplomatis. “Semua kader pasti cita-citanya ke situ. Tapi kalau sudah ada yang terpilih, semua kan harus hormati itu,” kata dia.

Hasil dari pertemuan DPC se Jateng yang menolak penonaktifan Anas itu secepatnya akan disampaikan ke DPD Jawa Tengah agar melakukan Musyawarah Daerah untuk mengevaluasi kinerja DPD. “Sudah saatnya dievaluasi karena semakin banyak yang ingin tampil di publik dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tak produktif,” kata Abdullah.

Terkait pernyataan Danny itu, DPC seJateng juga mendesak partai memberikan sangsi tegas agar tidak menular ke kader lain. “Minimal dengan peringatan “ kata dia.

Sementara Ketua DPC Klaten Sunar Nugroho dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa wacana pelengseran Anas tidak tepat karena selama ini belum ada fakta hukum yang menyatakan jika Anas bersalah terkait kasus yang meliltnya. “Soal hukum perlu ditegakkan, tapi jika belum terbukti bersalah maka Anas harus dihormati sebagai Ketua Umum,” kata dia.

DPC se-Jateng menggelar pertemuan itu di Yogyakarta dengan alasan karena di Yogya secara geografis lebih mudah terjangkau bagi para DPC dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu turut hadir seperti DPC Klaten, Banyumas, Sragen Jepara, Salatiga, Grobokan, Demak, Temanggung, Magelang, dan Salatiga. “Selain itu Hotel Quality ini juga pernah disinggahi Presiden SBY, jadi ini sebagai wujud kecintaan kami kepada beliau,” kata Abdullah.

PRIBADI WICAKSONO.