Petugas memperkenalkan kartu Commet (Commuter Electronic Ticket) sebagai pengganti tiket kartu trayek bulanan (KTB) atau kartu langganan sekolah (KLS) kereta rel listrik (KRL) Commuter Jabodetabek di Stasiun Juanda, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan
Topik
Uji Coba Commet di Depok Lancar
TEMPO.CO, Depok - PT Kereta Api melakukan uji coba penerapan kartu Commuter Electronic Ticket (Commet) pada hari ini, Rabu 1 Februari 2012. “Sampai saat ini semua berjalan lancar,” kata Kepala Stasiun Depok Lama, Dwi Purwanto, saat ditemui Tempo di Stasiun Depok Lama, Rabu 1 Februari 2012.
Kartu Commet merupakan pengganti Kartu Trayek Bulanan (KTB) dan Kartu Langganan Sekolah (KLS). Pergantian ini bertujuan mempermudahkan penumpang KRL commuter line dalam membayar. “Supaya tidak ada antrean lagi di loket,” kata Purwanto.
Menurut Purwanto, sambutan penumpang terhadap Commet tersebut lumayan tinggi. Pada tahap pertama dibuka, 26 sampai 31 Januari 2012, jumlah penumpang yang mengambil Commet sesuai dengan target. “Target kami 1.500 kartu dan habis semua,” katanya.
Purwanto mengatakan pada tahap pertama tersebut pihaknya membatasi penumpang yang akan punya Commet, yaitu mereka yang punya KTB dan KLS. Namun pada tahap 1 sampai 3 Februari 2012, semua penumpang bisa membeli kartu Commet. “Mereka tinggal membawa kopi KTP dan membayar,” katanya
Harga Commet, kata Purwanto, seperti tarif biasa, yaitu sebesar Rp 238.000 dan langsung dibayar di loket. Begitu pun saat perpanjangannya. Untuk dapat digunakan di bulan berikutnya, Commet harus diperpanjang paling lambat satu minggu sebelum akhir bulan berjalan. “Pembayaran kartu ini belum bisa ditransfer langsung lewat ATM, tapi tidak tertutup kemungkinan akan mengarah ke sana,” katanya.
Purwanto mengungkapkan keunggulan tiket elektronik jauh lebih banyak dibanding tiket manual yang berlaku saat ini. Pengguna tidak perlu antre di loket dan lebih transparan untuk audit karena tidak ada dana bocor. Pergerakan penumpang juga bisa diketahui.
Cara penggunaannya, yaitu setiap hendak menggunakan KRL, pemilik Commet cukup menempel kartu di gerbang electronic data capture yang ada di stasiun dan masuk. Saldo pun akan berkurang sesuai dengan tarif yang berlaku. Penerapan tarif dengan kartu ini berdasarkan zona.
Kepala Stasiun yang memiliki penumpang tetap 12 ribu per hari itu mengatakan sosialisasi penerapan Commet sudah dilakukan sejak 20 Januari 2012. Sosialisasi dilakukan lewat spanduk dan pamflet. “Sosialisasi akan terus dilakukan sesuai dengan situasi,” katanya.
ILHAM





