ANTARA/Rosa Panggabean
Topik
Infografis
Listing di Bursa, Saham ESSA Melonjak 49 Persen
TEMPO.CO, Jakarta - PT Surya Eka Perkasa mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada awal Februari 2012 ini. Surya Eka Perkasa melantai bursa dengan kode efek ESSA. Dalam perdagangan sesi pertama hari ini saham ESSA langsung menguat Rp 300 (49,18 persen) menjadi Rp 910 per saham.
Perusahaan yang bergerak dalam bisang usaha industri pemurnian dan pengolahan gas alam untuk menghasilkan produk LPG itu sebelumnya menawarkan 250 juta lembar saham ke publik atau setara dengan 25 persen modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
"Pencatatan saham perseroan hari ini sebagai langkah strategis untuk mengembangkan usaha kami," kata Direktur Utama Surya Eka Perkasa, Garibaldi Thohir, Rabu 1 Februari 2012. ESSA melakukan proses bookbuilding (pembentukan harga) pada 9 hingga 13 Januari lalu. Dari situ ditetapkan harga penawaran Rp 610 per saham, yang sebelumnya berasal dari kisaran harga Rp 450-650 per saham.
Perusahaan refinery LPG itu mengklaim dapat menarik minat investor regional Asia yang ingin melakukan investasi pada sektor energi bersih. Nilai yang diperoleh dari initial public offering ESSA ini sebesar Rp 152,5 miliar.
ESSA menjadi emiten ketiga yang mencatatkan sahamnya di bursa pada tahun ini. Sebelumnya, PT Minna Padi Investama Tbk dan PT Ti-Phone Indonesia Tbk telah melantai di bursa terlebih dulu.
Dalam proses IPO Eka Surya Perkasa ini, PT Equator Securities menjadi penjamin pelaksana emisi efek. Sekitar 80 persen saham yang ditawarkan ke publik dialokasikan ke investor institusi asing. Sedangkan sisanya dialokasikan ke investor institusi dan investor retail lainnya.
Perusahaan pun berhasil mengumpulkan total minat pembelian saham dengan kelebihan permintaan sekitar 2,8 kali.
SUTJI DECILYA





