foto

Kantor PT Adaro/Kabupatenbalangan.wordpress.com

Adaro Anggarkan Belanja Modal US$ 700 Juta  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menganggarkan belanja modal sebesar US$ 600-700 juta pada 2012. "Kebanyakan untuk kebutuhan internal," ujar Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 Februari 2012.

Dana sebesar itu rencananya akan digunakan untuk membiayai sejumlah pembangunan infrastuktur perseroan seperti jalan raya dan penambahan alat berat. "Dananya dari pinjaman internal dan eksternal perusahaan," katanya.

Lesunya permintaan pasar luar negeri membuat perusahaan mengalihkan target penjualan untuk dalam negeri. "Market utama kami ada di Asia. Kebetulan Adaro itu tidak mau depending ke satu pasar saja, market domestik sekitar 20-24 persen," ujarnya.

Sementara beberapa tujuan ekspor regional Adaro selama ini yakni ke Jepang, Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Malaysia. "Tapi kami juga pantau kebutuhan pasar di Cina dan India yang terus melonjak," katanya.

Garibaldi menambahkan tahun ini perseroan optimistis mendapatkan proyek PLTU berkapasitas 2x100 MW di Kalimantan Selatan. "''Karena informasi terakhir kami satu-satunya yang memenuhi kriteria standar. Tapi tentunya Kalimantan Selatan penting untuk Adaro," ujarnya.

Salah satu pasar domestik tujuan Adaro, kata dia, yakni menjual batu bara ke PLN termasuk IPP sebesar 11 juta ton pada 2012. "Jumlahnya naik dibanding tahun lalu," katanya.

Target produksi Adaro tahun ini diprediksi meningkat seiring dengan pengakuisisian salah satu perusahaan tambang PT Servo Infrastruktur pada akhir 2011 lalu di Sumatera Selatan. "Diharapkan bisa berproduksi juga tahun ini," ujarnya.

JAYADI SUPRIADIN