Raja Ampat Jadi Icon Wisata di Swiss   | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Raja Ampat Jadi Icon Wisata di Swiss  

Rabu, 01 Februari 2012 | 08:20 WIB

Taman laut Bunaken, Sulawesi Utara. TEMPO/Pruwanto

TEMPO.CO, Jakarta - Raja Ampat dipromosikan menjadi salah satu icon pariwisata Indonesia di Kota Bern dan Basel, Swiss. Terhitung 1 Februari 2012, ajakan untuk berlibur ke Indonesia akan terpampang di berbagai transportasi umum di Kota Bern dan Basel. "Promosi ini akan berlangsung selama tiga bulan," ujar Budiman Wiriakusumah, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss, dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu 1 Februari 2012.

Promosi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan jumlah wisatawan Swiss yang berkunjung ke Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2010 tercatat jumlah wisatawan asal Swiss yang berkunjung ke Indonesia sebesar 34.928 dengan rata-rata pengeluaran US$ 1587.84 dan rata-rata lama tinggal 14,91 hari.

Jumlah ini termasuk signifikan mengingat jumlah penduduk Swiss yang hanya sebesar enam juta. Dengan promosi destinasi wisata Indonesia ini, diharapkan masyarakat Swiss akan lebih banyak lagi memilih Indonesia sebagai tujuan wisata favoritnya.

Selain mempromosikan Raja Ampat, konsep bertema "postcards from a wonderland, a remarkable Indonesia" ini juga akan mempromosikan wilayah lain di Indonesia. Adapun wilayah tersebut antara lain: Bunaken, Tana Toraja, Komodo, Flores, Borobudur, Lombok, Bangka Belitung dan Bali.

Budiman, sebagai pembuat konsep dan sekaligus desain promosi menjelaskan, pemilihan transportasi umum sebagai sarana promosi di Swiss sangat tepat. Alasannya sebagian penduduk Swiss menggunakan moda tersebut sebagai kendaraan utama. Selain di dua kota, Bern dan Basel, diharapkan pada akhir tahun 2012 KBRI-Bern dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi umum di kota besar lainnya, seperti Zurich, Jenewa, dan Luzern.

ANANDA PUTRI