foto

Pusat semburan lumpur Lapindo terlihat dari titik 25 desa Mindi, Sidoarjo, Kamis (22/9). Paska longsornya gunung lumpur dititik 21, kawasan lumpur Lapindo tertutup bagi wisatawan. TEMPO/Fully Syafi

Gunung Lumpur Lapindo Longsor

TEMPO.CO, Sidoarjo - Gunung lumpur Lapindo longsor, Kamis 2 Februari 2012. Akibatnya air mengalir ke tanggul penahan di titik 21 yang menyebabkan kondisi tanggul kritis. Permukaan lumpur hanya berjarak sekitar 50 sentimeter dengan tanggul. Hal ini mengancam jalur kereta api yang berhimpitan dengan tanggul tersebut.

"Siang tadi terjadi gunung lumpur longsor, mengalir ke titik 21," kata juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Achmad Khusaeri. Gunung lumpur longsor, katanya, terjadi akibat guyuran air hujan yang memenuhi kolam penampungan lumpur. Akibatnya permukaan gunung lumpur yang mengeras mulai melunak hingga mengalir ke permukaan terendah, yakni titik 21.

Untuk mengantisipasinya, lembaga itu menurunkam tiga eskavator untuk meninggikan permukaan tanggul hingga 1 meter. Dengan begitu permukaan tanggul yang semula 11 meter menjadi 12 meter atau sejajar dengan tanggul yang berada di utara titik 21. Puluhan truk hilir mudik mengangkut pasir batu dan karung berisi pasir untuk memperkuat tanggul.

Khusaeri menuturkan bahwa kekuatan tanggul cukup untuk menahan lumpur. Apalagi bagian luar tanggul dipasangi bronjong, yakni anyaman kawat berisi batu kali. Tujuannya untuk memperkuat tanggul lumpur Lapindo dari desakan lumpur. "Secara konstruksi teknik sipil tanggul kuat," katanya.

Namun kontruksi dan kekuatan tanggul tersebut akan berubah jika terjadi land subsidence atau penurunan permukaan tanah. Sementara, kawasan di sekitar pusat semburan sering mengalami penurunan permukaan tanah. Selama ini terjadi penurunan permukaan hingga 90 sentimeter. sehingga permukaan jalan raya Porong dua kali ditinggikan.

Selain itu, BPLS juga membuat saluran pembuangan lumpur menuju Kali Porong. Tujuannya, memudahkan lumpur cair menuju Kali Porong untuk mengurangi volume lumpur di dalam kolam penampungan. Kini rata-rata per hari volume lumpur yang keluar dari pusat semburan mencapai 10 ribu hingga 15 ribu meter kubik.

Salah seorang tukang ojek yang beroperasi di tanggul Lapindo, Muslimah, mengungkapkan permukaan lumpur mencair dan mengalir ke tanggul yang berbatasan dengan rel kereta. Lumpur pun memenuhi sisi barat tanggul. Namun ia tak khawatir karena tanggul kembali diperkuat. "Tanggul sebelumnya beberapa kali jebol," katanya.

Mengantisipasi tanggul lumpur Lapindo jebol, PT Kereta Api menyiagakan petugas 24 jam. Mereka ditugaskan mengawasi dan memperkuat rel kereta. Juga berkoordinasi dengan BPLS untuk mencegah gangguan terhadap perjalanan kereta. "Sejauh ini masih aman," ujar juru bicara PT KAI Daops 8 Surabaya, Sri Winarto.

EKO WIDIANTO