Aburizal Bakrie. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Infografis
Ical Cabut Laporan Terhadap Politisi Demokrat
TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Rudy Alfonso, mencabut laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan ke politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan. Rudy sendiri datang ke Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, didampingi Lalu Mara Setiawangsa, Kamis 2 Februari 2012 sekitar pukul 16.30 WIB.
Sebelum mencabut laporan tersebut, Rudy menyempatkan menemui para wartawan yang sudah menunggunya. Dia mengatakan kliennya sudah membaca di beberapa media massa yang isinya Ramadhan Pohan telah meminta maaf atas pernyataannya. "Beliau merasa tersentuh, beliau telah menerima permohonan maaf Pak Ramadhan," ujar Rudy.
Rudy mengatakan kliennya yang akrab disapa Ical, sebagai yang lebih tua telah ikhlas memaafkan Ramadhan Pohan secara pribadi. Menurut Rudy, kliennya berharap, dari kejadian tersebut ke depannya dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi Ramadhan Pohan. "Agar tak ada lagi fitnah, beliau (Aburizal Bakrie) cukup bijaksana," ujar Rudy.
Selasa 31 Januari kemarin, Aburizal melalui kuasa hukumnya melaporkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan ke Mabes Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. "Kami sebagai tim pengacara yakin laporan ini akan bergulir sampai ke pengadilan," kata pengacara Bakrie, Rudy Alfonso, ketika melapor ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Bakrie melaporkan Ramadhan Pohan sebagai pribadi, bukan sebagai Wasekjen Demokrat. Ia dilaporkan atas pasal pencemaran nama baik, yaitu pasal 310 dan 311 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan bulan penjara untuk pasal 310 dan empat tahun penjara untuk pasal 311.
Kuasa hukum Bakrie tersebut melaporkan pernyataan Ramadhan Pohan terkait Bakrie di sebuah media online. Dalam sebuah artikel yang dimuat 6 Januari 2012 tersebut, Wasekjen Demokrat itu menyebut PT Sumber Mineral Nusantara, perusahaan tambang yang terlibat kisruh Bima, sebagai mesin uang atau mesin ATM Bakrie di Bima. Ramadhan, lanjut Rudy, juga telah menuding adanya beberapa pihak di Golkar yang tidak menyukai Bakrie.
INDRA WIJAYA





