foto

Suasana ruang rapat Badan Anggaran yang baru direnovasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (17/1). Nining Indra Saleh di periksa BK terkait Sejumlah proyek pembangunan dan renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR yang menelan biaya sebesar Rp 20 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

Kursi Mahal Ruang Banggar Diganti Lebih Murah

TEMPO.CO, Jakarta - Kursi-kursi mahal yang baru dipasang di ruang Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat akan segera diangkut keluar, diganti dengan kursi yang lebih murah. Kepala Humas Sekretaris Jenderal DPR RI Jaka Dwi Winarko mengatakan rencananya penggantian kursi itu dilakukan malam ini atau esok pagi. "Waktunya sesingkat-singkatnya akan dilakukan, hari ini malam atau besok malam hari. PP sudah siap," ujarnya kepada wartawan di gedung MPR/DPR, Kamis 2 Februari 2012.

Menurutnya pihak kontraktor sudah bersedia mengganti semua kursi mahal ruang Banggar dengan kursi yang lebih murah. Penggantian kursi itu adalah buntut dari protes mahalnya renovasi ruang Banggar. Untuk ruangan dengan luas sekitar 300 meter itu anggaran yang digunakan sejumlah Rp 20,3 miliar. Salah satu anggaran terbesar adalah untuk membeli kursi yang diimpor dari Jerman.

Kursi bermerek Vitra ini kabarnya seharga Rp 10 juta rupiah per unit. Sementara untuk kursi pimpinan seharga Rp 12 juta per unit. Selain kursi, karpet yang digunakan juga dinilai terlalu berlebihan. Karpet ini juga diimpor dari luar negeri dengan harga Rp 5 juta per meter. Selain itu sistem pencahayaan dan sistem audio visual juga memakan anggaran tak murah.

Ia mengatakan estimasi penghematan akibat pergantian kursi ini berkisar dari Rp 5-6 miliar. Namun angka ini belum pasti. Ia mengatakan kualitas barang pengganti ini tak kalah dengan produk impor. "Lihat barang pengganti baru diketahui fiks penghematannya. Kualitasnya baguslah," ujarnya.

Soal penggantian yang dilakukan pada malam hari, Jaka mengatakan agar tidak mengganggu aktivitas lainnya. "Supaya tidak mengganggu. Kan barang yang dibawa banyak. Truknya juga banyak," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tempo, ruang Banggar itu masih tertutup rapat. Tak tampak ada kegiatan persiapan pergantian dilakukan. Bahkan tak ada pekerja yang terlihat di sana. Hanya sejumlah anggota pengamanan yang tampak berjaga di depan pintu masuk ruangan ini.

FEBRIYAN