ANTARA/Arief Priyono
Pilkada DKI, Mayoritas Warga Belum Punya Calon
TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Pemilihan Gubernur DKI 2012, warga Jakarta ternyata masih masuk kategori massa cair (floating mass), artinya belum menentukan calon yang akan dipilih.
“Belum terlihat siapa pendukungnya,” kata Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Sri Budi Eko Wardani, ketika dihubungi Kamis 2 Februari 2012.
Menurut Dani, panggilan Sri Budi Eko Wardani, massa cair masih mendominasi dibanding massa ideologis atau simpatisan partai maupun calon gubernur.
Masyarakat Kota Jakarta sudah modern dan terdiri dari beragam etnis. Sifat seperti inilah yang menyebabkan warga tidak terpengaruh iming-iming etnis atau partai tertentu. Masyarakat lebih melihat visi dan misi calon sebelum menentukan pilihannya.
Dari visi dan misi calon, masyarakat akan melihat calon mana yang memberikan solusi konkret mengenai permasalahan kota. “Jadi saat ini warga Jakarta masih menunggu calon yang sanggup memberikan perubahan,” kata perempuan juga berprofesi sebagai dosen ini.
Ketika ada calon yang mampu memberi solusi nyata, warga akan memilihnya. Tetapi, kalau tidak ada yang menarik, Fauzi Bowo masih mempunyai peluang terbesar untuk dipilih. Alasannya, Foke yang incumbent jelas mempunyai bukti kerja nyata dibanding calon lain.
Dani menyayangkan dengan kondisi warga Jakarta yang masih cair, belum ada calon yang mensosialisasikan solusi permasalahan Jakarta secara konkret. Solusi semua calon, menurut dia, masih bersifat normatif. Para bakal calon masih belum melakukan opini publik yang baik.
“Jadi tidak aneh, kalau hasil survei menunjukkan popularitas incumbent yang tertinggi dibanding calon lain,” kata Dani. Sebagai incumbent, Foke lebih mempunyai pendukung yang nyata dibanding calon lain.
SUNDARI





