foto

TEMPO/Imam Sukamto

Aliran Dana Asing Masuk Kuatkan Rupiah  

TEMPO.CO, Jakarta - Masuknya aliran dana asing ke pasar finansial domestik mampu menopang apresiasi rupiah kembali berada di bawah 9.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah bahkan sempat menguat hingga ke level 8.878 per dolar AS.

Dalam perdagangan hari ini rupiah ditutup menguat 63 poin (0,7 persen) ke level 8.955 per dolar AS. Meredanya kekhawatiran terhadap Yunani dan membaiknya data ekonomi global mampu memicu minat pelaku pasar kembali memburu aset berisiko. Imbasnya, rupiah dan mata uang Asia mampu  menguat terhadap dolar AS.

Pelaku pasar uang dari Bank CIMB Niaga, Emmauel K. Krisnijayanto, mengatakan euro yang berhasil pulih di atas US$ 1,31 dan terapresiasinya mata uang utama lainnya membuat dolar AS cenderung melemah, sehingga mampu dimanfaatkan rupiah menguat hingga di bawah level 8.900 per dolar AS.

Suku bunga obligasi pemerintah yang masih cukup menarik dan berisiko rendah serta naiknya harga saham di bursa domestik menjadi daya tarik investor asing. “Pasokan dolar AS di pasar cukup tinggi seiring dengan masuknya dana asing, sehingga rupiah sempat menguat hingga ke level 8.878 per dolar AS,” kata Emmanuel.

Dari faktor domestik sebenarnya tidak ada yang membebani rupiah. Fundamental makroekonomi solid. Prospek ekonomi juga masih cerah. Suku bunga BI Rate yang bertahan di 6 persen masih sangat menarik dibandingkan dengan suku bunga The Fed di 0,25 persen ataupun suku bunga ECB di bawah 1 persen. Pasokan dolar AS di pasar makin meningkat melalui bank asing seiring dengan masuknya aliran dana asing.

VIVA B. KUSNANDAR