foto

Sejumlah pekerja saat memeriksa katup di instalasi stasiun pengumpul gas utama Pertamina EP field Sangasanga, Kalimantan Timur, Rabu (25/1). Produksi gas nasional pertamina EP pada tahun 2011 mencapai 1.070 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) atau meningkat dari produksi gas pada 2010 yang sebesar 1.054 MMSCFD. TEMPO/Aditia Noviansyah

36 Kontraktor Belum Capai Target Produksi Minyak  

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mencatat setidaknya terdapat 36 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang belum dapat mencapai rata-rata produksi minyak yang ditargetkan. "36 KKS ini masih terlihat di bawah target APBN dan ternyata telah menurunkan produksi sampai 48.123 barel minyak per hari," ujar Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 2 Februari 2012.

Masih rendahnya produksi para kontraktor tersebut cukup membuat Priyono khawatir. "Bisa menyebabkan produksi minyak rata-rata nasional tahun 2012 tidak bisa mencapai target APBN," kata dia.

Tahun ini, produksi minyak nasional ditargetkan sebanyak 950 ribu barel per hari. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang target tahun lalu, yaitu sebanyak 945 ribu barel per hari. Tahun lalu pun, BP Migas tidak mampu mencapai target yang dipatok oleh pemerintah. Realisasi produksi minyak tahun lalu hanya sebesar 903 ribu barel per hari.

BP Migas sendiri memprediksi capaian produksi minyak tahun ini maksimal hanya sebanyak 930 ribu barel per hari. Sedikit lebih tinggi dibanding hitungan yang diajukan oleh para kontraktor minyak, yaitu 891 ribu barel per hari.

Dari 36 KKKS tersebut, penurunan paling tinggi dialami oleh Total E&P Indonesia, dari target produksi 85.800 barel per hari hanya bisa dicapai rata-rata 72.200 barel per hari. "Kemudian Pertamina West Madura dan PT Pertamina EP," tutur Priyono.

Selain Total dan Pertamina, kontraktor lainnya yang tidak dapat mencapai target produksi adalah CNOOC SES Ltd, Chevron Pacific Ind, JOB P - Medco Tomori Sulawesi Ltd, Sele Raya, PT Sumatera Persada Energi, Star Energy, dan Conoco Philips Ltd.

Priyono berjanji akan tetap berupaya untuk mencapai target produksi minyak nasional. Beberapa langkah yang bisa diambil meliputi penerapan teknologi Enhance Oil Recovery, optimalisasi produksi lapangan yang telah eksisting, mengupayakan tindakan khusus dan komprehensif ''out of the box'' untuk penambahan produksi, serta melaksanakan percepatan pengembangan lapangan baru, baik dari lapangan yang POD-nya sudah disetujui maupun yang masih dalam proses.

GUSTIDHA BUDIARTIE