foto

Pengamat Perminyakan, DR Kurtubi. Tempo/Rully Kesuma

Kurtubi Sarankan Kenaikan TDL Diundur  

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat energi, Kurtubi, mengatakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebaiknya diundur. "Dilihat dulu berapa realisasi penghematan yang dilakukan PLN dari konversi BBM ke BBG," ujarnya yang ditemui seusai seminar proyeksi ekonomi oleh Indonesia Finance Today, di Jakarta, Kamis, 2 Februari 2012.

Kurtubi meminta pemerintah untuk melihat dulu perkembangan yang bisa diperoleh Perusahaan Listrik Negara di pembangkit Muara Karang dan Muara Tawang yang akan menggunakan bahan bakar gas (BBG). "Namun PLN baru bisa pindah ke gas setelah dibangun receiving terminal di Tanjung Priok jadi," ujarnya.

Perhitungan ini, kata Kurtubi, yang akan menjadi dasar patokan kenaikan harga TDL yang sesuai. Ia menuturkan kenaikan TDL tidak boleh berbarengan dengan pemberlakuan BBM 1 April. "Idealnya, menurut saya, naik 5-10 persen, tapi tidak untuk saat ini," tuturnya.

Ditanyai pendapat mengenai keputusan pemerintah tentang penundaan kenaikan TDL karena akan diberlakukan sisa anggaran lebih (SAL), Kurtubi menyatakan setuju. "TDL diundur karena akan berlakukan SAL itu bagus. Dalam situasi krisis Eropa, seharusnya rakyat jangan diberi beban ekonomi berlebihan," kata dia.

Selama APBN masih bisa mengatasi, kata dia, biarlah ditanggung pemerintah dulu. "TDL naik artinya biaya produksi juga naik, janganlah uang rakyat keluar banyak," kata Kurtubi.

AYU PRIMA SANDI