foto

Bambang Soestyo. TEMPO/Amston Probel

Kasus Korupsi Macet di Polda Jawa Tengah  

TEMPO.CO, Semarang - Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah menyatakan hingga kini masih ada 16 kasus dugaan korupsi yang ditangani Kepolisian Daerah Jawa Tengah penanganannya macet. “Dari ke-16 kasus tersebut didominasi oleh kasus korupsi buku ajar, yang di dalamnya terdapat 9 kasus macet yang masih dipetieskan oleh kepolisian,” kata Koordinator KP2KKN, Windy Setiawan, di Semarang, Kamis 2 Februari 2012.

Menurut dia, untuk kasus kepala daerah kepolisian masih punya satu tunggakan, yaitu kasus dugaan korupsi penyertaan dana APBD dengan tersangka Bupati Rembang, M. Salim. Selain itu ada 3 kasus korupsi anggaran di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan di Kota Tegal. Adapun kasus terbaru yang mereka tangani adalah kasus dugaan korupsi jalan lingkar Salatiga dengan tersangka Titik Kirnaningsih atau Istri Wali Kota Salatiga, Yulianto.

Selain itu, masih ada kasus dengan tersangka mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro dalam kasus dugaan korupsi Simpedes (Sistem Informasi Pemerintahan Desa) senilai Rp 6,8 miliar; kasus dugaan korupsi pengadaan Buku Paket Balai Pustaka Kabupaten Boyolali senilai Rp 8,7 miliar dengan tersangka Djaka Srijanta, bekas Bupati Boyolali; kasus dugaan korupsi pengadaan Buku Wajib Balai Pustaka Kota Surakarta senilai Rp 3,7 miliar dengan tersangka Slamet Suryanto, bekas Wali Kota Surakarta.

Windy menambahkan kinerja kepolisian dalam menangani kasus korupsi sangat minim. “Kasus macet yang selama ini dilupakan tak kunjung mereka tangani dan menguap begitu saja,” katanya. Menurut data laporan akhir tahun yang dibuat oleh KP2KKN Jawa Tengah pada 2011 jajaran kepolisian di Jawa Tengah hanya menangani 11 kasus korupsi yang terjadi di Jawa Tengah atau sekitar 16 persennya.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didik Sutomo Triwidodo membantah tudingan Windy. “Tak ada, semua masih dalam proses penyelesaian,” kata Didiek. Menurut dia, kasus yang masih ditangani tak bisa disebut telah macet. Contohnya kasus korupsi dengan tersangka Bupati Rembang saat ini masih menunggu hasil penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPK. Sedangkan kasus korupsi jalan lingkar Salatiga dengan tersangka istri Wali Kota Salatiga, Titik Kirnaningsih, juga masih berjalan.

ROFIUDDIN