Wisatawan Asing Buru Perangko Klasik Ternate | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Wisatawan Asing Buru Perangko Klasik Ternate

Kamis, 02 Februari 2012 | 16:07 WIB

Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara. Tempo/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Ternate - Puluhan wisatawan asing asal Inggris dan Amerika, yang merupakan penumpang kapal pesiar Spirit of Aventura, hari ini banyak yang berburu kartu pos dan kartu perangko klasik bergambar Kota Ternate. Walhasil, kartu pos dan perangko yang disediakan Kantor Pos Ternate habis terjual dalam waktu singkat.

Menurut Supriadi, salah satu petugas Kantor Pos Cabang Ternate, perangko dan kartu pos yang banyak terjual umumnya adalah barang yang mempunyai nilai seni. Setidaknya ratusan perangko terjual dalam waktu 20 menit. “Kalau kartu pos, banyak turis yang mencari bergambar daerah Ternate,” kata Supriadi di Pelabuhan Achmad Yani Ternate, Kamis, 2 Februari 2012.

Selain perangko, banyak wisatawan asing yang mencari kartu pos klasik khas Ternate. Hanya saja untuk kartu ini belum ada yang menjualnya.

Tujuan pengiriman kartu pos melalui Kantor Pos Ternate kebanyakan ke negara Inggris dan Amerika. Setidaknya ada puluhan kartu pos yang dikirimkan ke alamat tersebut. “Dengan kondisi ini jelas kalau kartu pos Indonesia memiliki nilai seni tersendiri,” ujar Supriadi.

Suryani, salah satu pemandu, mengatakan, larisnya perangko dan kartus pos lantaran banyak wisatawan asing yang masih menghargai nilai seni. Larisnya barang tersebut juga dikarenakan perangko dan kartu pos adalah barang langka. “Biasanya karena langka dan mengandung unsur seni, jadi mereka membeli," tutur Suryani.

Kapal pesiar Spirit of Aventura bersandar di Pelabuhan Ternate selama 10 jam. Kapal ini mengangkut lebih dari 200 wisatawan asing dari enam negara, yaitu Belanda, Amerika, Inggris, Australia, Austria, dan Norwegia.

Selain mengunjungi kantor pos, para wisatawan asing itu mengunjungi obyek wisata Benteng Toloko, Keindahan Laut Sulamadaha, dan Kedaton Kesultanan Ternate.

BUDHY NURGIANTO


0       0

di zaman sekarang filateli sudah mulai dilupakan. selain tdk digunakan lg, anak muda zaman skrng jg lebih tertarik pd hal2 yg berbau elektronik dan modern. filateli di Indonesia sebaiknya dilestarikan dgn cara dikoleksi. apalagi perangko2 yang bergambar daerah2 di Indonesia. selain dapat mempromosikan kekayaan alam Indonesia juga bisa melestarikan filateli di Indonesia.