foto

TEMPO/ Gunawan Wicaksono

Rantang Sehat Awak KPK

TEMPO.CO - Ada satu hal yang menarik perhatian para wartawan yang biasa meliput di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, terutama saat makan siang tiba. Di antara jajaran petinggi KPK, ternyata ada satu Wakil Ketua KPK yang tidak pernah menyantap hidangan yang disediakan kantor. Ia juga tidak membeli atau memesan makanan dari luar. Dialah Zulkarnain, yang memilih setia pada bekal dari rumah hasil masakan istri tercinta.

Berangkat dari rumah di kawasan Slipi, Jakarta Barat, setiap pukul 7 pagi, Zulkarnain tak pernah lupa membawa bekal makan siang yang cukup komplet. Mari kita lihat menu makan siang Pak Wakil Ketua itu: serantang nasi lengkap dengan lauk dan kelengkapannya, serta buah sebagai pelengkapnya. Bekal itu selalu ditenteng sang ajudan, Mujiharja, dalam sekantong plastik.

Rupanya membawa bekal makan siang dari rumah sudah dia jalani sejak dulu. Selama 30 tahun, sejak bertugas di kejaksaan, Zulkarnain tak pernah sehari pun alpa membawa makanan dari rumah. Kebiasaan itu terus dibawanya hingga terpilih menjadi Wakil Ketua KPK periode 2011-2015.

Bekal itu biasanya dibawa Mujiharja. Setiap hari Muji tidak akan pernah lupa memastikan bekal bosnya tersedia. Sampai di kantor, bekal itu kemudian disimpannya di meja kerja Zulkarnain. Namun ia mengaku tak tahu pasti apa menu makanan bosnya itu. "Yang saya tahu, di dalam rantang Bapak ini pasti dilengkapi buah. Kalau makanan utamanya malah saya tidak pernah tahu," kata Muji. Menurut dia, atasannya yang asal Lubuk Basung, Sumatera Barat, itu sangat menyukai apel.

Ketika ditanya menu makanan utamanya yang terkesan rahasia itu, Zulkarnain hanya menjawab bahwa menunya beragam dan memenuhi kategori empat sehat. "Sesuai petunjuk ahli gizi," ujarnya kemarin.

Di usianya yang sudah memasuki enam dekade, Zulkarnain memang tak ingin sembarang melahap makanan. Karena itu, dia memilih membawa bekal dari rumah, masakan istrinya sendiri. "Tujuannya untuk menjaga kesehatan saja."

Zulkarnain menegaskan, dia menghindari makanan yang digoreng. Alasannya cuma satu, demi menjaga kesehatan agar tetap prima sehingga mampu bekerja optimal. Tak mengherankan jika setiap kali rapat pimpinan KPK selalu terhidang aneka makanan yang direbus, dan tentu saja buah-buahan.

Bagaimana soal pilihan pedas atau tidak? Zulkarnain tidak terlalu menghiraukannya. Banyak orang menyukai makanan pedas karena dinilai dapat membangkitkan selera makan. Ada juga yang antipedas dengan alasan menjaga kesehatan lambung. Tapi, bagi Zulkarnain, mau pedas atau manis, semua dilahapnya. Asalkan, "Menu sehat (ala) Indonesia dan halal," katanya.

l RUSMAN PARAQBUE



Berita terkait
KPK Bantah Isu Perpecahan Pimpinan 
Politikus Sambangi KPK Klarifikasi Isu Perpecahan
Benarkah KPK Kucilkan Posisi Busyro?
Abraham Samad: Busyro Seperti Pemain Sinetron
Busyro: Banyak Politikus Dasa Muka
Lima Pimpinan KPK Fokus Bidang Penindakan