foto

TEMPO/Seto Wardhana

Rosa Akui Aliran Duit kepada Tokoh Demokrat

TEMPO.CO, Jakarta - Mindo Rosalina Manulang, bekas anak buah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, menyatakan tahu ada aliran uang kepada sejumlah pejabat yang terlibat dalam kasus Wisma Atlet Jakabaring, Palembang.



Diakuinya bahwa dia pernah membicarakan soal ini dengan Gerhana Sianipar, Direktur Utama PT Exatech Teknologi Utama, perusahaan di bawah Grup Permai milik Nazar. Rekaman percakapan lewat BlackBerry Messenger itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Memang benar pernah ada percakapan dia dengan Gerhana," kata pengacara Rosa, Muhammad Iskandar, ketika dihubungi di Jakarta kemarin. Dulu Rosa adalah Direktur Marketing PT Anak Negeri, perusahaan di bawah Grup Permai milik Nazaruddin. Dia banyak berhubungan dengan beberapa tokoh penting.

Dokumen yang didapat Tempo menyebutkan Rosa dan Gerhana membicarakan soal sejumlah uang yang diberikan kepada beberapa orang, di antaranya politikus Partai Demokrat, Angelina Sondakh; politikus PDI Perjuangan, I Wayan Koster; Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto; dan Pak Menteri, yang kuat diduga untuk menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Besar uang yang sudah dikeluarkan untuk proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2012 tersebut, menurut Rosa saat itu, Rp 5,5 miliar plus Rp 150 juta.

"Percakapannya benar," kata Iskandar. Tapi, "Dia hanya mendengar apa yang disampaikan dalam rapat."

Pengacara Nazaruddin, Elza Syarief, membenarkan pembicaraan Rosa dan Gerhana soal aliran uang tersebut. Hanya, Elza tidak bisa memerinci dana itu satu per satu. Elza juga membenarkan bahwa pemberian uang tersebut berkaitan dengan pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Palembang, dan Stadion Hambalang. "Ya, kan mereka terlibat di kedua-duanya," ujar Elza saat dihubungi kemarin.

Soal keterlibatan Joyo Winoto, yang disebutkan dalam dokumen menerima duit Rp 10 miliar bersama Menteri Andi Mallarangeng, Elza punya cerita lebih lengkap. Mengutip dokumen pemeriksaan itu, Elza mengatakan duit tersebut diduga berkaitan dengan upaya memuluskan pengurusan sertifikat tanah untuk pembangunan di dua proyek itu. Kedua proyek itu, kata Elza, berhubungan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto ketika ditemui di kantornya kemarin enggan memberi komentar. Sebelumnya, ketika ditemui Tempo di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, 16 Januari lalu, Joyo menolak berkomentar. "Kalau itu, saya tidak mau jawab," kata Joyo.

Anas, Angie, dan Wayan Koster juga berkali-kali membantah tudingan terkait dengan kasus Wisma Atlet. Menteri Andi Mallarangeng ketika dihubungi juga menyatakan tak terlibat. "Itu tidak benar," katanya.

l IRA GUSLINA | PRIHANDOKO | ISMA SAVITRI | SUNUDYANTORO



Berita Terkait
Besok Abraham Umumkan Tersangka Baru Wisma Atlet?
Mindo Rosalina dan Kasus Zina yang Belum Usai
KPK Mempercayai Keterangan Rosa  
Rosa: Nazar Tahu Keterlibatan Choel dan Bathoegana
Polisi Belum Terima Laporan Rosa Diancam