Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjawab pertanyaan wartawan di halaman Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/1). TEMPO/Prima Mulia
Infografis
Capres PKS Diumumkan Selepas Pemilu Legislatif
TEMPO.CO, Bandung - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq mengatakan partainya tengah menjaring tokoh nasional yang layak diusung menjadi calon presiden. “Bahwa PKS akan mengumpulkan kandidat,” katanya dalam orasi politiknya saat membuka Rakornas PKS di Bandung, Jumat, 3 Februari 2012.
Ada sejumlah persyaratan yang menjadi patokan untuk kandidat presiden dari PKS, yakni humanis, religius, profesional, dan visioner. Lutfhi beralasan, Indonesia membutuhkan pemimpin masa depan yang memenuhi kriteria itu mengingat sejumlah persoalan yang kini tengah dihadapi Indonesia.
Dia mencontohkan, bangsa Indonesia yang dikenal santun dan penuh senyum kini sirna setelah mereka menjadi buruh, petani, nelayan, serta memiliki usaha kecil karena kebuntuan komunikasi antara penyelenggaran negara dan rakyatnya.
”Ada sebuah kebuntuan komunikasi dan saluran aspirasi yang terbendung. Kita saksikan buruh berdemo menuntut kenaikan gaji atau kepala desa membakar pakaiannya di depan khalayak ramai,” kata Luthfi.
Tokoh nasional yang dikumpulkan itu tidak sebatas dari kalangan internal partai. Tapi, papar Luthfi, keputusannya berpulang pada hasil keputusan Majelis Syuro partai. Keputusan terakhir Majelis Syuro, soal calon presiden itu akan diumumkan menunggu hasil Pemilu Legislatif 2014 nanti.
Khusus pada partai politik yang sudah menggadang calonnya, Luthfi mengingatkan agar mereka tidak perlu lagi menawar bilangan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. ”Yang sudah mengumumkan kandidat presiden dari partainya sepatutnya dia memilih parliamentary threshold yang tertinggi,” katanya.
PKS sendiri, katanya, tidak keberatan dengan nilai ambang batas parlemen yang tinggi itu. ”Kita siap untuk naik sedikit 3 persen, bahkan 5 persen pun kami tidak keberatan,” kata Lutfhfi.
Jumat, 3 Februari 2012, Lutfhi sempat menjelaskan soal ini selepas salat Jumat di Pusdai, Bandung. Partai yang sudah mengusung calonnya sejak sekarang disarankannya untuk mematok nilai ambang batas parlemen di angka tertinggi. ”Jangan nawar-nawar dong,” katanya.
Alasannya, partai itu harus sudah menimbang soal efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan negara dengan cara meminimalisir jumlah partai. ”Walaupun kami dari PKS masih melihat bahwa saluran aspirasi dengan banyak partai masih cukup bagus, sangat bermanfaat,” kata Lutfhi. ”Sehingga dia mudah mengelola pemerintahan ke depan.”
Saat ini, kata Lutfhi, partainya baru sebatas membaca peta kandidat calon presiden yang digadang-gadang sejumlah kalangan, baik partai politik dan di luar partai politik.
Menurutnya, jika dari semua kandidat itu ada yang memenuhi persyaratan kriteria pemimpin ala PKS, akan disokong. ”Jika kita menemukan kriteria yang sesuai dari tokoh itu, institusi PKS tinggal menyalurkan aspirasi kita melalui tokoh yang qualified itu,” katanya.
Saat ditanya apakah alasan belum percaya diri mengusung calon dari internal partainya, Luthfi menjawab, “PKS realistis”. ”PKS partai yang realistis, PKS akan menentukan calon pemimpin nasionalnya setelah muncul hasil pemilu tahun 2014,” katanya.
Dalam orasi politiknya membuka rapat itu, Luthfi menyinggung soal target PKS dalam pemilu nanti untuk mengejar tiga besar perolehan suara nasional. ”Masuk dalam tiga besar dan tidak harus nomor tiga,” katanya.
Kader partainya diminta tetap menjaga reputasi partai dan prestasi yang sudah diraih. ”Mudah-mudahan kita semua bisa menjaga seluruh reputasi dan prestasi yang kita raih sebagai modal untuk kemenangan kita di pemilu atau pilkada yang akan datang,” kata Luthfi.
AHMAD FIKRI





