foto

TEMPO/Dasril Roszandi

Mesin ATM di Kepulauan Seribu Mangkrak  

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak 4 Januari lalu, Bank DKI telah menempatkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kepulauan Seribu. Tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka. Namun belum banyak warga yang memanfaatkan keberadaan mesin itu. Padahal jumlah nasabah Bank DKI di tempat itu mencapai angka ribuan.

Handeni, pemimpin Kantor Kas Bank DKI Kepulauan Seribu, mengatakan transaksi di mesin ATM itu memang masih sepi. Apalagi mesin itu masih sering mengalami gangguan. Terutama gangguan pada jaringan sehingga sering tidak bisa digunakan transaksi secara online. "Beda dengan mesin di darat yang pakai parabola dan terhubung dengan satelit. Jaringan mesin di sini masih pakai modem Telkom, jadi sinyalnya naik-turun," ujarnya.

Sepinya transaksi di mesin ATM, kata Handeni, bukan disebabkan minimnya warga yang memiliki tabungan. Berdasarkan catatannya, di Kepulauan Seribu ada 1.988 nasabah Bank DKI. Jumlah total tabungan mencapai senilai Rp 9,7 miliar. Mereka menggunakan empat produk tabungan yang disediakan, yakni Tabungan Simpeda, Tabungan Monas, Tabungan Monas Pelajar, dan Tabunganku. "Dari 10 pemilik tabungan terbesar, cuma tiga yang pegawai (negeri) Pemda, lainnya masyarakat biasa," ujar Handeni.

Ajudan Bupati Kepulauan Seribu, Abdul Salam, mengatakan, dia sendiri masih belum paham benar bertransaksi lewat mesin ATM. Kendati gajinya selalu disetor ke rekening Bank DKI dan telah memiliki kartu ATM, ia lebih senang mencairkan uangnya di kantor kas yang letaknya di samping kantor Bupati. "Saya pernah lupa nomor PIN sampai diblokir, jadi agak kapok," katanya.

PINGIT ARIA