ANTARA/Rahmad
Topik
Calon Gubernur dari PKS Kurang Populer
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husni Yazid mengatakan Triwisaksana yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta merupakan figur yang tak menjual. "Dia tak menjual. Kalau PKS tetap mengusung dia, PKS harus cari wakil yang populer," kata Husni, Jumat, 3 Februari 2012.
Husni menilai militansi pendukung PKS di Jakarta sangat kuat. Itu sebabnya, ketika Pemilihan Kepada Daerah 2007, kemenangan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung lebih dari 20 partai politik hanya beda tipis dengan pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar yang cuma diusung PKS. "Walaupun militansi PKS kuat, mereka harus cari wakil yang populer," katanya.
Menurut Husni, popularitas Triwisaksana yang dalam survei terakhir mencapai 36,93 persen masih sulit mengejar calon lain. Bila hingga akhir bulan popularitasnya belum mencapai 60 persen, potensi kemenangan pun semakin kecil. “Partai tidak akan mengusung bila popularitas belum 60 persen,” katanya.
Menurut Husin, ada lima faktor penentu popularitas seorang bakal calon. “Pertama dari figur itu sendiri, bagaimana pengalaman, integritas, dan kesukaan warga terhadap dia,“ katanya. Kedua, kata dia, adalah kesolidan tim sukses. Yang tak kalah penting, poin ketiga dan keempat, adalah mesin partai dan jaringan. “Ini dapat mempengaruhi mobilisasi,” katanya. Terakhir adalah ketersediaan logistik.
Sebelumnya, Ketua Pemenangan Pemilu PKS Jakarta Selamat Nurdin mengatakan partai mendukung Triwisaksana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Tidak seperti Pilkada 2007, PKS terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain tahun ini. "Wakil bisa dari kalangan lain," katanya.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI





