Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Emirsyah Satar (tengah), didampingi Direktur Keuangan Elisa Lumbantoruan (kiri), dan VP Corporate Communication Pujobroto (kanan), bersiap memberi keterangan pers seusai mengikuti RUPS Luar Biasa di Garuda City Center, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (3/2). ANTARA/Ismar Patrizki
Topik
Danareksa Akui Sisa Saham Garuda Diincar Investor
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman mengakui adanya investor yang berminat membeli 12 persen saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tersisa. Menurut dia ada lebih dari dua investor yang berminat membeli saham maskapai pelat merah itu. Namun, sesuai peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), ia merahasiakan namanya.
"Transaksi signifikan seperti ini akan mempengaruhi korporasi dan pemegang saham," katanya memberi alasan saat dihubungi Jumat, 3 Februari 2012. Salah satu skema penjualannya, kata dia, bisa berupa penjualan strategis. Saat ini transaksi saham Garuda masih dalam tahap negosiasi. Jika penjualan saham GIAA benar terjadi, pihak penjamin emisi pasti akan melapor pada Bapepam-LK.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Parikesit Suprapto mengatakan ada empat investor asing dan lokal yang tertarik membeli sisa saham GIAA. Menurut dia, Keempat investor menyatakan ketertarikannya melalui Morgan Stanley dan Niko Sekuritas.
Parikesit mengatakan pemerintah menginginkan saham GIAA dilepas ke satu investor saja. Ia juga menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk melepas sisa saham dari underwriter karena tren harganya sedang naik.
"Selisih kerugiannya lebih rendah," katanya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN.
ANGGRITA DESYANI





