Keraton Yogya Gelar Ritual Kundur Gongso   | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Keraton Yogya Gelar Ritual Kundur Gongso  

Jum''at, 03 Februari 2012 | 12:30 WIB

Pameran foto Grebeg di Bentara Budaya, Yogyakarta.

TEMPO.CO, Jakarta - Keraton Yogyakarta akan menggelar ritual Kundur Gongso sebagai acara puncak pasar malam Perayaan Sekaten Yogyakarta, Ahad, 5 Februari 2012. Dalam acara itu akan diarak tujuh gunungan dari Keraton menuju Masjid Gede yang disebut Gerebeg Maulud.

Gunungan yang berisi hasil panen aneka jenis sayuran itu akan diusung ratusan abdi dalem yang dikawal 12 bregodo (prajurit Keraton), terdiri dari 10 bregodo prajurit Lombok Abang dari Karaton Yogyakarta dan dua bregodo prajurit Plangkir Kadipaten Pakualaman.

Gunungan yang diarak terdiri dari tiga gunungan kakung, satu gunungan putri, satu gunungan gepak, satu gunungan pawuhan, dan satu gunungan darat. Gunungan itu menggambarkan sedekah raja kepada rakyatnya dan menyimbolkan kesejahteraan.

“Untuk gunungan kakung yang diperebutkan masyarakat dan abdi dalem kaprajan sebagai simbol mendapatkan berkah raja,” kata juru bicara Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakrta, Kuskasriati, di Kepatihan Yogyakarta, Jumat, 3 Februari 2012.

Sebelum acara ini, Gubernur Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Sultan Hamengku Buwono X, akan menyebar udik-udik kepada masyarakat besok Sabtu, 4 Februari 2012. Udik-udik yang berupa uang logam bercampur beras dan kembang menyimbolkan belas kasih raja kepada rakyat dengan terus memberikan berkah.

Ritual Kundur Gongso ini akan diikuti dengan mengarak kembali semua perangkat gamelan Sekaten milik Keraton Yogyakarta yang bernama Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Naga Wilaga untuk ditempatkan dalam komplek Keraton. Selama tujuh hari ini, gamelan itu ditempatkan di Masjid Gede Kauman untuk ditabuh tanpa henti sebagai peringatan Maulud Nabi Muhammad.

Dalam perayaan Maulud Nabi ini, selama sebulan penuh ini telah digelar pasar malam Sekaten di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Tradisi ini sudah berlangsung sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sejarah pasar malam ini adalah sebagai ajang syiar dan dakwah dengan pusat Masjid Gede Kauman yang terletak di sebelah barat Alun-Alun Utara Keraton.

PRIBADI WICAKSONO