TEMPO/Machfoed Gembong
Topik
Kasus Mayat Srengseng Masih Misterius
TEMPO.CO, Jakarta - Kasus penemuan mayat tak dikenal di makam Srengseng Sawah sampai sekarang belum menemukan titik terang. “Belum ada saksi atau bukti baru tentang kasus ini,” kata Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa Komisaris Sunarto ketika dihubungi Sabtu, 4 Februari 2012.
Menurut Sunarto, pihaknya sulit mengembangkan kasus itu lantaran belum ada keluarga yang melapor. Polisi hanya mempunyai bukti mayat dengan luka di leher, tidak ditemukan sidik jari lain atau senjata untuk membunuh. Bercak merah di dekat kandang kambing, sepuluh meter dari tempat mayat, yang awalnya diduga darah ternyata hanya getah pisang.
Sementara itu, Tulus, Ketua RT 4 RW 7 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengatakan banyak orang yang mengaku kehilangan keluarga datang untuk memastikan, tapi belum ada yang cocok. Bahkan dia sudah mengimbau warganya untuk menyebarkan foto mayat di kampung-kampung lain. “Mayat memang bukan warga sini, tapi siapa tahu dari kampung sebelah,” kata Tulus.
Sampai saat ini, kasus mayat Srengseng Sawah masih misteri. Sebelumnya, mayat laki-laki ditemukan di makam Srengseng Sawah dalam keadaan leher hampir putus dalam posisi telentang. Laki-laki tak bernyawa yang diperkirakan berusia 18-20 tahun itu berambut ikal dengan kulit sawo matang. Dia memakai celana kolor di atas lutut warna biru strip tiga merek Adidas, celana dalam warna abu-abu, dan kaus abu-abu bertuliskan "bali", tanpa ada identitas lain. Mayat itu berpostur sedang, dengan tinggi sekitar 156-155 sentimeter. Tidak ditemukan identitas lain seperti kartu tanda pengenal.
Mayat itu ditemukan pertama kali oleh seorang anak laki-laki yang ikut menguburkan keluarganya pukul 08.30 pagi. Ketika anak itu pergi ke bawah pohon untuk kencing, dia berteriak lalu mengadu ke sopir Kopaja yang mengantarkan rombongan pelayat. Kemudian sopir melaporkan ke juru kunci dan diteruskan ke Ketua RT, Tulus.
SUNDARI





