foto

Anas Urbaningrum usai pemilihan Ketua umum partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat. Minggu (23/5). Anas terpilih menjadi ketua umum DPP Partai Demokrat periode 2020-2025. TEMPO/ADITYA HERLAMBANG PUTRA

Rumah Anas Tertutup untuk Wartawan  

TEMPO.CO, Jakarta - Kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sedari pagi terlihat tertutup. Dua gerbang samping dan satu pintu gebyok kecil di bagian muka rumah hanya sesekali dibuka jika ada tamu yang datang. Dari pantauan Tempo, sejak pagi, hanya ada beberapa tamu dan pekerja yang terlihat keluar-masuk dari rumah barunya di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, itu.

Siang tadi terlihat tiga orang keluar dari pintu gebyok. Saat Tempo berjalan menuju pintu itu, seorang laki-laki berpakaian batik buru-buru menutupnya dari dalam.

Satpam rumah baru Anas pun enggan dimintai keterangan. Walaupun jendela kaca posnya sudah diketuk beberapa kali, sang satpam hanya asyik bermain HP dan tak mau membukakan pintu posnya. Nomor HP Anas juga tak dapat dihubungi. Tomo, asisten Anas, juga tak menjawab ketika Tempo menghubunginya lewat telepon dan SMS.

Tak hanya kepada wartawan, pegawai Anas juga tak mau membukakan gerbang kepada tukang pengantar ban mobil yang telah dipesan Anas. Pegawai Anas baru mau membukakan pintu saat ada orang mengantarkan 20 bungkus nasi madura. Nasi itu dipesan atas nama Reza.

Ketika Tempo menyambangi pegawai tersebut, dia buru-buru menutup gerbang dan mengatakan sedang sibuk. "Maaf, saya sedang sibuk," katanya.

Sampai kini Anas belum bisa dikonfirmasi mengenai berbagai persoalan terbaru yang melilitnya. Nama Anas Urbaningrum menjadi sorotan setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Selain Angie, M. Nazaruddin, terdakwa kasus suap Wisma Atlet, menyebutkan Anas juga layak menjadi tersangka. "Anas layak dijadikan tersangka," kata Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 3 Februari 2012.

NUR ALFIYAH