foto

ANTARA/Paramayuda

Optimisme Heins dan Pesimisme Pasar BlackBerry

TEMPO.CO, Jakarta - Tak lama setelah ditunjuk sebagai bos baru Research In Motion, Thorsten Heins, fisikawan asal Jerman berusia 54 tahun, memastikan RIM tak dijual.

“Jangan percaya apa yang Anda baca,” katanya di hadapan 17 ribu karyawan RIM di seluruh dunia melalui telekonferensi. “Tak ada alasan untuk menjual.”

Pernyataan Heins itu menuai berbagai tanggapan berbeda. Bagi karyawan, jelas ada secercah harapan baru bagi RIM untuk bertahan. Selain itu, Heins kembali menegaskan bahwa ia tak ingin melakukan perubahan secara drastis.

“Saya pikir tak diperlukan sebuah perubahan drastis. Kami bukan sekadar perusahaan penghasil ponsel, tapi kami punya bisnis yang terpadu,” katanya.

Optimisme Heins disambut dingin oleh kalangan investor. Saham RIM di bursa Toronto Stock Exchange anjlok 9,11 persen menjadi 15,60 dolar Kanada. Nasib serupa terjadi di bursa saham Nasdaq. Saham RIM turun US$ 1,44 menjadi US$ 15,56 atau turun 8,47 persen. Dalam setahun terakhir, nilai saham RIM terpangkas sebesar 75 persen.

Sikap Heins yang tak ingin melakukan perubahan ditentang oleh kongsi Alboini Vic, yang memimpin kelompok informal dari 16 pemegang saham RIM. “Jika Heins tidak melakukan perubahan, ia akan meninggalkan perusahaan ini dalam 15-18 bulan mendatang," kata Alboini Vic, CEO Jaguar, yang memegang saham RIM kurang dari 10 persen.

Sementara itu, Ehud Gelbum, analis dari Morgan Stanley, berkata, “Investor sedikit kecewa bahwa Heins memilih mempertahankan strategi RIM saat ini.” Di kawasan Amerika Utara, sebagai pasar terbesar RIM, penjualan BlackBerry terus mengalami penurunan.

“Jika ingin bertahan, RIM harus memiliki produk yang lebih baik daripada iPhone atau Android," kata analis Pacific Crest, James Faucette. “Tapi tidak memiliki produk yang kompetitif, apalagi yang lebih baik.”

THEGLOBEANDMAIL | ALLTHINGSD | REUTERS | IQBAL MUHTAROM

Berita Terpopuler Lainnya:
Di Sini, BlackBerry Masih Bertaji

Dilema RIM di Ujung Senja

Ini Bocoran BlackBerry Superphone

Optimisme Heins dan Pesimisme Pasar BlackBerry