foto

REUTERS/Edgard Garrido

Israel Peringatkan Yahudi AS akan Serangan Iran

TEMPO.CO , Washington - Fasilitas Israel di Amerika Utara--dan di seluruh dunia--saat ini sedang siaga penuh. Sebuah dokumen keamanan internal menyebutkan ancaman dari Iran terhadap Yahudi akan meningkat.

"Kami memprediksi ancaman terhadap kantor kami di seluruh dunia akan meningkat, baik pada kantor yang dijaga maupun situs yang ''soft''," demikian bunyi surat yang diedarkan oleh kepala keamanan untuk Konsul Jenderal Israel negara-negara Atlantik Tengah, Eliran Avitan.

Kantor yang dijaga adalah fasilitas pemerintah seperti kedutaan besar dan konsulat, sementara situs soft berarti rumah-rumah ibadat Yahudi dan sekolah serta pusat-pusat komunitas. Situs soft mengacu pada sasaran pemboman teroris di Buenos Aires pada 1994 yang menewaskan 85 orang.

Surat edaran itu juga memperingatkan bahwa paspor Israel dapat digunakan oleh teroris untuk meloloskan niatnya. "Menurut evaluasi kami ada kemungkinan bahwa paspor palsu akan digunakan agar bisa lolos dalam pemeriksaan keamanan di Israel dan di seluruh dunia," demikian bagian lain surat peringatan itu.

Yoram Cohen, kepala Shin Bet, dinas keamanan internal Israel, seperti dikutip ABC News, mengatakan dalam sebuah forum tertutup di Tel Aviv baru-baru ini bahwa Iran sedang berusaha menyerang situs-situs Israel. Negara ini, katanya, curiga Israel ada di balik serangan terhadap ilmuwan nuklir mereka. Ia mengatakan Garda Revolusi Iran bekerja tanpa lelah untuk menyerang sasaran Israel dan Yahudi di luar negeri.

Aparat penegak hukum dan pejabat intelijen di AS dan Kanada, termasuk New York, Los Angeles, Philadelphia, dan Toronto telah memantau situasi selama beberapa minggu. Mereka meningkatkan patroli di lokasi pemerintah Israel dan lembaga kebudayaan dan agama Yahudi menyusul imbauan itu.

Pejabat federal mengakui pengamanan kini diperketat. "Kami menaruh perhatian ekstra untuk setiap lini ancaman," katanya. Mereka memperketat pengamanan, katanya, sejak diendusnya rencana pembunuhan yang bisa digagalkan atas seorang pejabat Saudi di Washington, beberapa bulan lalu.

TRIP B