indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mahasiswa Budi Luhur Meninggal Dunia di Gunung Salak

Mahasiswa Budi Luhur Meninggal Dunia di Gunung Salak

TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Sukabumi - Seorang mahasiswa anggota Komputer Pencinta Alam (Makopala) Universitas Budi Luhur, Jakarta, tewas di kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2012. Mahasiswa bernama Fajar Arrahman, 19 tahun, itu meninggal dunia di tengah perjalanan ketika akan menuju kawasan Kawah Ratu, Gunung Salak.

Fajar meninggal dunia di sekitar Kampung Pajagan, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 05.30 WIB. Kini jenazah Fajar yang merupakan warga Ciputat, Tangerang, berada di Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.

‘’Fajar diduga kelelahan,’’ tutur panitia pendidikan dasar pencinta alam Makopala Universitas Budi Luhur, Noviana, kepada wartawan di Sukabumi. Fajar yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Informasi (FTI) dikabarkan dalam kondisi sakit sebelum berangkat mengikuti pendidikan dasar.

Menurut Noviana, Fajar merupakan calon anggota Makopala yang tengah menjalani pendidikan dasar bersama dengan 15 mahasiswa lainnya. Sebelum meninggal dunia, Fajar sempat sadar dan makan. Namun kondisinya memburuk karena di sekitar Gunung Salak turun hujan deras.

Noviana menuturkan awalnya para mahasiswa akan menuju Kawah Ratu, Gunung Salak. Namun karena kejadian tersebut aktivitas pendakian dihentikan.

Kepala Kepolisian Sektor Parakansalak, Ajun Komisaris Yusuf Hutapea, menerangkan kegiatan mahasiswa tersebut telah diketahui polisi. ‘’Mereka sudah memberitahukan sebelumnya,’’ ujar dia.

Saat ini polisi tengah memeriksa mahasiswa Universitas Budi Luhur di Markas Kepolisian Sektor Parakansalak. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian yang menyebabkan Fajar meninggal dunia.

DEDEN ABDUL AZIZ

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X