foto

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus yang terjadi di Mesuji, di Gedung Kadiv Humas Mabes Polri Jakarta, Rabu, (21/12). Tempo/Aditia Noviansyah

Polisi Belum Bisa Ungkap Penembakan di Aceh

TEMPO.CO, Jakarta- Kepolisian belum menemukan kaitan antara penembakan ke sebuah rumah di Gampong, Perlak, Aceh, dengan Pemilihan Kepala Daerah Aceh. Polisi juga belum dapat mengungkap sejumlah kasus penembakan lain yang terjadi menjelang pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan berlangsung pada 9 April mendatang.



"Kami belum mengetahui apakah ada kaitannya dengan pilkada," kata Juru Bicara Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Jakarta, Senin, 6 Februari 2012. Saud mengungkap hal itu berkaitan dengan penembakan terhadap rumah Asnawi Abdurahman, tim sukses salah satu calon gubernur, Irwandi Yusuf. Saat ini, polisi masih memeriksa Asnawi.


Penembakan yang terjadi pada Ahad, 5 Februari 2012, itu tidak menelan korban jiwa karena rumah sedang kosong. Lantaran peristiwanya terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, maka tak banyak orang yang bisa memberikan kesaksian. Polisi menduga, penembakan dilakukan sekelompok orang bersepeda motor dan memakai penutup kepala."Mereka memberondong dengan AK 47 sebanyak 20 kali," kata Saud.


Penyelidikan kasus ini, Saud melanjutkan, masih dalam pengembangan kepolisian daerah Aceh, yang hingga sekarang masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengungkap kasus penembakan sebelumnya yang masih bergelimang misteri. Kepolisian hanya dapat menggunakan informasi dari sejumlah saksi dan beberapa pelaku yang tertangkap. "Kita punya tiga orang tersangka yang pasti bisa cerita banyak tentang yang lain. Kasus ini masih dalam penyelidikan," katanya.


Sebelumnya, pada awal Desember 2011, lima orang misterius memberondong dengan senjata api AK 47 ke arah para karyawan di sebuah kantin PT Satya Agung, Simpang Keramat, Aceh, sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya, tiga orang karyawan tewas dan lima orang luka berat.


Lalu, pada 23 Desember 2011, penembakan terjadi di base camp para pekerja PT Jim Mulya yang sedang melakukan survei kandungan minyak dan gas di Desa Ulee Dagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kepolisian baru menangkap dua dari empat tersangka pelaku penembakan ini.


Penembakan kembali terjadi pada 31 Januari 2011 malam terhadap para pekerja penggalian kabel optik Telkomsel di Gampong Blang Cot Tunong, Jeumpa, Bireun. Tiga di antaranya meninggal dan tujuh lainnya terluka. Pada hari yang sama, penembak misterius juga menewaskan penjaga toko boneka, Wagino alias Dimas, di Kawasan Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh.


Pada 1 Januari 2012, giliran dua orang warga ditembak saat berada di sebuah warung kopi Seurukey, Lampahan, Aceh Utara. Seorang di antaranya tewas. Penembakan kembali terjadi pada Kamis, 5 Januari 2012. Kkali ini, tiga pekerja bangunan di Simpang Anuek Galong, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, menjadi korban. Tiga buruh asal Semarang Jawa Tengah itu ditembak saat beristirahat di barak. Hingga saat ini, kepolisian belum menemukan alasan di balik aksi-aksi penembakan misterius itu. FRANSISCO ROSARIANS