foto

TEMPO/Nita Dian

6 Bank Ini Terima Diskon Bunga dari BI  

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Artha Graha bukan satu-satunya perbankan yang mendapatkan fasilitas pemotongan bunga yang diberikan Bank Indonesia. Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, mengatakan setidaknya ada enam bank yang mendapatkan fasilitas tersebut. "Setahu saya ada enam bank," ujar Halim usai rapat tertutup Bank Indonesia dan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin 6 Februari 2012.

Dia tidak menyebutkan bank mana saja yang mendapatkan diskon bunga kala itu. Namun menurutnya besaran diskon bunga yang diberikan tergantung pada kondisi bank tersebut. "Tergantung pada banknya," ujarnya.

Dalam laporan utama majalah Tempo edisi Senin, 6 Februari 2012, sumber Tempo di Bank Indonesia menceritakan rapat pemberian fasilitas kepada Bank Artha Graha Internasional dilakukan sejak 23 Desember 2008. Boediono sebagai Gubernur Bank Sentral memimpin rapat itu bersama Deputi Gubernur Senior Miranda, enam deputi lain, dan dihadiri beberapa anggota staf Biro Gubernur dan Direktorat Pengawasan Bank 3 di bawah Erwin Riyanto.

Erwin mengusulkan agar Artha Graha diberi diskon bunga dari 6 persen menjadi 3,25 persen. Alasannya karena kondisi keuangan bank milik Tomy Winata yang suram. Jika bunga tetap dibebankan 6 persen, bank itu harus membayar angsuran bunga Rp 62,2 miliar per tahun. Padahal laba mereka tercatat pada 2006 hanya Rp 41,8 miliar. Lalu keuntungan itu turun pada 2007 hingga Rp 31,3 miliar.

Usulan itu ternyata ditentang beberapa Deputi Gubernur, antara lain Budi Rochadi (almarhum) dan Budi Mulya. Mereka mempertanyakan mengapa fasilitas serupa tak diberikan kepada bank lain, seperti Bank IFI, yang sedang sekarat.

Akibat kebijakan ini, audit Badan Pemeriksa Keuangan pada 2010 meminta Bank Indonesia menagih kekurangan bunga yang dibayarkan Artha Graha sebesar Rp 497 miliar. Menurut Halim, BI telah menagih kekurangan ini ke Bank Artha Graha. "Untuk pembayarannya, kami sedang proses," kata dia.

Soal keterlibatan Miranda Swaray Goeltom dalam pemberian fasilitas diskon bunga ke Artha Graha, Halim mengaku tidak tahu mengenai itu. "Saya nggak tahu. Masa lalu itu," ujar Halim singkat.

SUTJI DECILYA