REUTERS/Brendan McDermid
Topik
Infografis
Indeks Berpotensi Naik
TEMPO.CO, Jakarta - Melonjaknya indeks saham bursa Wall Street, akhir pekan lalu, karena naiknya jumlah tenaga kerja dan turunnya angka pengangguran Amerika Serikat dapat menjadi pemicu kenaikan bursa domestik serta bursa Asia lainnya pada awal pekan ini.
Indeks Dow Jones, Jumat pekan lalu, ditutup naik 156,82 poin (1,23 persen) ke 12.862,23, setelah data tenaga kerja sektor non-pertanian meningkat 243 ribu orang serta angka pengangguran Amerika turun menjadi 8,3 persen.
Membaiknya data ekonomi Amerika yang dirilis pekan lalu diharapkan mampu memicu kembali animo beli saham investor bursa domestik sehingga dapat mendorong pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia.
Akan dirilisnya data pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia serta Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan menetapkan kebijakan suku bunga acuan BI Rate menjadi perhatian investor minggu ini. Ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan tumbuh di atas 6 persen serta suku bunga BI Rate ada kemungkinan akan kembali dipertahankan di level 6 persen.
Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, menjelaskan bahwa IHSG akhir pekan lalu ditutup melemah tipis akibat tekanan jual dari investor terhadap saham perbankan.
Sehingga indeks ditutup di area negatif pada saat indeks bursa regional lainnya mulai menguat. "Kami memperkirakan indeks masih dibayangi wacana kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi serta rencana kenaikan daya tarif listrik," ucap Purwoko.
Mengawali pekan ini, indeks lokal diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas dalam rentang 3.985-4.055. Jumat lalu, IHSG ditutup pada level 4.015,949, yang berarti menguat tipis 29,5 poin (0,7 persen) dibanding posisi pekan sebelumnya di level 3.896,41.
PDAT | VIVA B. KUSNANDAR





