foto

TEMPO/Amston Probel

Izin Bapepam Belum Turun, RUPSLB Smartfren Ditunda  

TEMPO.CO, Jakarta -Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), perusahaan seluler milik grup Sinarmas, sore ini ditunda sementara.

"Kami sedang menunggu surat dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK),  tapi entah sampai kapan penundaan ini," ujar Ciba, juru bicara  Smartfren, Senin 6 Februari 2012.

Menurut dia, penghentian ini terpaksa dilakukan karena belum turunnya surat persetujuan Bapepam-LK untuk penyelenggaraan RUPSLB dengan agenda meminta persetujuan rights issue (penerbitan saham baru).

Perseroan menggelar RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana  melaksanakan penambahan modal dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).



 



Melalui rights issue, FREN akan menerbitkan saham baru sebanyak 13,36 miliar saham seri C.  Setiap pemegang saham seri A dan seri B berhak atas dua HMETD. Satu HMETD berhak untuk membeli satu saham seri C. Saham seri C tersebut ditawarkan dengan harga Rp 100 per saham.

Perseroan sebelumnya telah melakukan reverse stock split sebesar 20:1 di mana sebanyak 20 saham akan dibundel menjadi satu lembar saham. Dengan reverse stock split tersebut, nilai nominal saham seri A menjadi Rp  2.000 per saham dari sebelumnya Rp100 per saham.

Sedangkan nilai nominal saham seri B menjadi Rp 1.000 per saham dari semula Rp 50 per saham. Harga saham FREN di pasar akan berubah menjadi Rp 1.000 per saham dari sebelumnya Rp 50 per lembar saham.



 



JAYADI SUPRIADIN