foto

Petugas SPBU sedang melakukan pengisian bahan bakar pertamax. TEMPO/Dasril Roszandi

Teknis Pengaturan BBM Subsidi Diusulkan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Herawati Legowo, menyatakan pemerintah akan menyerahkan pengajuan teknis pengaturan bahan bakar minyak subsidi pada bulan ini. "Targetnya dua minggu ini selesai, pertengahan Februari kami serahkan," katanya, Senin, 6 Februari 2012.

DPR meminta pemerintah memperbaiki konsep dan memerinci teknis pengaturan bahan bakar minyak bersubsidi. Perpindahan konsumsi dari Premium ke bahan bakar non-subsidi dinilai terlalu memberatkan untuk masyarakat. Konversi ke bahan bakar gas juga tidak dapat dilangsungkan dalam waktu dekat karena membutuhkan proses panjang seperti pengalaman negara tetangga.

Evita menjelaskan saat ini pihaknya tengah berkutat mencari solusi pengaturan terbaik. Ada beberapa sistem yang sedang dikaji mulai dari teknis pembatasan, pengelolaan bahan bakar gas, "Dan usulan terbaru adalah subsidi yang tetap, dengan harga yang akan berfluktuasi."

Kajian dilakukan bersama oleh konsorsium perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjajaran.

Kebijakan soal subsidi yang ditetapkan di angka tertentu sebelumnya pernah diterapkan di awal tahun 2000. Jika kebijakan itu akan diambil, pemerintah masih mempertimbangkan dampaknya terhadap industri dan sosial.

Setelah selesai dibahas internal, hasil kajian akan diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. "Setelah itu dibahas di Presiden dan rapat kabinet. Sebelum berakhir Februari sudah bisa diajukan ke DPR," ujar Evita.

GUSTIDHA BUDIARTIE